Diduga Dianiaya Anak Oknum Ketua DPRD Tapteng, Amri Lubis Tempuh Jalur Hukum

Bagikan :

Saya relawan banjir di Barus, jadi saya tahu kondisi sebenarnya. Saya membenarkan kinerja Camat Barus, bukan membela siapa-siapa,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak bisa menerima perlakuan tersebut, terlebih karena hanya menyampaikan pendapat berdasarkan fakta.

“Walaupun saya orang miskin, saya tidak terima diperlakukan semena-mena. Ini Negara Republik Indonesia, ini negara hukum,” tegasnya.

Amri juga mengaku mendapat intimidasi dan tindakan kekerasan hanya karena pendapatnya dianggap tidak sejalan dengan pihak tertentu.

“Kalau saya menyampaikan kebenaran, apa itu salah? Di mata hukum semua warga negara sama, tidak ada perbedaan antara kaya dan miskin,” katanya.

Lebih lanjut, Amri menyebutkan bahwa sebagian terduga pelaku merupakan orang-orang yang telah ia kenal sebelumnya.

“Mereka adek-adekan saya sendiri. Tapi mereka sanggup melakukan itu kepada saya,” ucapnya dengan nada kecewa.
Akibat kejadian tersebut, Amri mengaku hingga kini belum dapat beraktivitas secara normal karena masih merasakan dampak cedera.

“Saya tidak takut dan saya merasa tidak salah. Saya berharap aparat penegak hukum dapat membantu menuntaskan perkara ini secara adil, agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” pungkasnya. (CP)

Bagikan :