Pandan, Kliktodaynews.com – Amri Lubis (52), warga Pasar Tarandam, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, resmi melaporkan dugaan tindak penganiayaan yang dialaminya ke Polres Tapteng. Terlapor dalam kasus ini disebut berinisial ARAS, yang diduga merupakan anak dari oknum Ketua DPRD Tapteng.
Laporan tersebut dibuat pada Sabtu (3/1/2026) dan telah diterima pihak kepolisian sebagaimana tercantum dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: LP/B/2/I/2026/SPKT/Polres Tapanuli Tengah/Polda Sumatera Utara.
Amri yang berprofesi sebagai nelayan sekaligus relawan pascabencana banjir di Kecamatan Barus mengaku tidak terima atas perlakuan kekerasan yang dialaminya, khususnya tindakan pencekikan yang diduga dilakukan langsung oleh ARAS.
Peristiwa tersebut terjadi di sebuah rumah milik tokoh pemuda milenial di Lingkungan III, Desa Pasar Tarandam, Kecamatan Barus, pada Jumat (2/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Menurut penuturan korban, kejadian bermula saat dirinya sedang duduk santai di rumah temannya. Namun secara tiba-tiba, puluhan orang datang dan diduga langsung melakukan tindakan kekerasan terhadap dirinya.
“Saya tidak menyangka akan mengalami kejadian seperti ini. Mereka datang secara tiba-tiba dan langsung mencekik leher saya,” ujar Amri kepada wartawan.
Amri menduga tindakan tersebut dipicu oleh komentarnya di media sosial Facebook yang menilai progres pembukaan jalan pascabencana banjir di Kecamatan Barus telah mencapai sekitar 90 persen.
“Saya hanya menyampaikan apa yang saya lihat langsung di lapangan.
