GIAN AJAK MASYARAKAT PILIH CALON PEMIMPIN SIANTAR-SIMALUNGUN PRO PEMBERANTASAN NARKOBA

Ketua Gerakan Indonesia Anti Narkotika ( GIAN) Siantar Simalungun, Bangun Pasaribu Spd.
Ketua Gerakan Indonesia Anti Narkotika ( GIAN) Siantar Simalungun, Bangun Pasaribu Spd.
Bagikan :

Pematangsiantar-Kliktodaynews.com Gerakan Indonesia Anti Narkotika ( GIAN ) Siantar-Simalungun mengajak masyarakat memilih calon Kepala Daerah yang serius mendukung program pemberantasan peredaran obat-obat terlarang atau narkotika.

Komitmen terhadap pemberantasan narkoba ternyata belum ditunjukkan oleh tokoh dan figur yang akan maju Pilkada Serentak 2020.

Ketua DPD GIAN Siantar-Simalungun Bangun Pasaribu Spd saat ditemui di Kantornya, Sabtu (11/1/2020), menghimbau masyarakat agar memilih pemimpin daerah yang bersih dan peduli akan masalah penyalahgunaan serta peredaran narkotika.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada satu pun bakal calon kepala daerah yang punya program pemberantasan maupun penanggulangan penyalahgunaan narkoba.

“Sampai hari ini belum ada bakal calon kepala daerah yang mengusung program pemberantasan narkoba.

Banyaknya penyalahgunaan narkotika kota Siantar-Simalungun harus menjadi perhatian penuh termasuk calon kepala Daerah yang nantinya akan memimpin kota Siantar-Simalungun.

Menurut data yang kita terima dari konferensi pers yang dilakukan oleh Polres Pematangsiantar data kasus yang dari tahun ke tahun ada peningkatan dan penurunan terutama kasus Narkotika yang menjadi Atensi Pimpinan dibandingkan dengan tahun 2018 ke tahun 2019 mengalami peningkatan dimana penindakan Sabu pada tahun 2018 sebanyak 328,82 Gr pada Tahun 2019 609,16 Gr, Ganja tahun 2018 sebanyak 3.350,93 Gr tahun 2019 19.692,51 Gr dan Extasy tahun 2018 53 Butir tahun 2019 703 Butir.

Baca Juga :  Tak Hati-Hati, 2 Pengendara Motor Suzuki Satria F150 Cium Aspal


Sementara data dari Polres Simalungun penanganan tindak pidana penyalahguna narkotika 204 kasus, seratus persen terselesaikan. Jumlah tersangka 292 orang, 2 diantaranya wanita dalam kasus sabu sabu.

Tersangka 290 orang pria, 257 kasus sabu sabu, 33 orang kasus ganja. Barang bukti ganja 515.498 gram serta 352 gram sabu sabu.

Data yang kita dapatkan ini menunjukkan kota Siantar-Simalungun masih rawan peredaran Narkoba.

Masih menurut Bangun penyalahgunaan Narkotika merupakan kejahatan luar biasa karena berdampak besar terhadap lingkungan sosial, budaya,ekonomi dan berdampak negatif terhadap aspek lainnya. Pemberantasan narkoba sama pentingnya dengan pemberantasan korupsi.

Saya berharap seluruh elemen masyarakat, pihak kepolisian , BNN dan seluruh organinasi masyarakat yang peduli akan generasi bangsa bersama-sama memberantas peredaran Narkotika dari tanah Siantar dan Simalungun., ungkap Bangun mengakhiri. (RED/KTN)

Bagikan :