Tumbur Napitupulu Kagumi Tuan Guru Batak (TGB) Syekh Dr Ahmad Sabban Rajagukguk Dalam Membangun Keberagaman

Tumbur Napitupulu Foto Bersama Tuan Guru Batak Syekh H.DR Ahmad Sabban el Rahmaniy Rajagukguk MA bin Syekh Al'arif Billah Abdurrahman Rajaguguk QS.
Tumbur Napitupulu Foto Bersama Tuan Guru Batak Syekh H.DR Ahmad Sabban el Rahmaniy Rajagukguk MA bin Syekh Al'arif Billah Abdurrahman Rajaguguk QS.
Bagikan :

Hatonduan-Kliktodaynews.com Tumbur Napitupulu SE mengagumi Tuan Guru Batak (TGB) Syekh Dr Ahmad Sabban Rajagukguk dalam menjaga dan membangun keberagaman di Simalungun khususnya dan Indonesia pada umumnya. Hal ini dikatakan Tumbur ke awak Media saat bersilaturahmi ke Rumah Persulukan Serambi Babussalam di Desa Hatonduhan Tonga, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Khamis (31/10/2019).

Saya merasakan beliau ini di samping ulama, juga cendekiawan karena memberikan petuah-petuah yang bijak, nilai-nilai kearifan, kebijaksanaan, dan rasa cinta beliau kepada saudara-saudaranya di negeri ini,” Sambung Tumbur.

Tumbur mengaku bersyukur bisa bersilaturahmi dengan Tuan Guru Batak (TGB) Syekh Dr Ahmad Sabban Rajagukguk dan anggota persaudaraan Persulukan Serambi Babussalam Simalungun di tempat tersebut. Tumbur juga mengapresiasi semangat Persulukan Serambi Babussalam yang terus berdakwah sembari membangun nilai-nilai kerukunan di masyarakat Simalungun khususnya, dan Indonesia umumnya.

Karena masih menurut Tumbur “Pemimpin Indonesia, umaro dan elit termasuk ulama dan tokoh masyarakat harus bersatu padu untuk menjaga persatuan, keutuhan, kerukunan bangsa Indonesia tercinta. Ini tugas sepanjang masa buat kita semua.

Baca Juga :  Polsek Saribu Dolok Ungkap 3 Pelaku Pencurian Berat


Pada saat selesai acara Silahturahmi,”Saya juga diberikan sebuah buku “Dakwah Kerukunan dan Kebangsaan” dan langsung dibubuhkan tanda tangan Tuan Guru Batak (TGB) Syekh Dr Ahmad Sabban Rajagukguk.

Tumbur juga mengajak semua pihak untuk terus menjaga dan merawat persaudaraan dan kerukunan. “Jangan sampai kita terpecah belah hanya karena agama, karena etnis, apalagi karena politik,” ungkap Tumbur mengakhiri.

Reporter : Wakeup

Bagikan :