Tewas Di Saluran Irigasi, Warga Sebut Korban Berpenyakit Ayan Dan Gangguan Jiwa : Akrab Dipanggil “Wawak”

Bagikan :

Pematang Bandar-Kliktodaynews.com Setelah sebelumnya warga sekitar di saluran irigasi Java Colonisasi tepatnya di Kampung Tiga, Huta IV Nagori Purbaganda, Kecamatan Pematang Bandar pada Kamis (25/70/2019) akhirnya terungkap.

Informasi dihimpun dari sekitar lokasi kejadian penemuan mayat pria yang mengapung di saluran irigasi tersebut ternyata diyakini oleh warga sekitar kerap dipanggil “Wawak”.

Disebutkan, Wawak merupakan seorang pria yang menderita penyakit ayan dan memiliki gangguan jiwa sudah berada di kampung tersebut sejak tiga bulan terakhir, diduga warga kota Tebing Tinggi ini menetap di salah satu gubuk berada di Nagori Purbaganda, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun.

“Terakhir nampak memang hari Senin itu. Pakai baju yang dipakainya waktu ditemukan meninggal. Kami baru tau tadi pagi kalau Wawak meninggal,” sebut warga sekitar yang tak ingin namanya disebutkan.

Ia menyebutkan, selama ini Wawak memang dikenal sebagai sesosok pria yang rajin meski memiliki keterbelakangan mental. 

“Dia rajin bersih-bersih rumah warga, makanya banyak warga yang mau ngasih makan Wawak itu,” katanya.

Baca Juga :  Nyabu di Gudang Pakan Ikan, Tiga Pria Diringkus Polsek Purba


Salah seorang warga, Razinal Zukri Harahap als Zuri saat di ruang jenazah, RSUD Dr Djasamen Saragih, Pematang Siantar membenarkan bahwa pria yang selama ini akrab dipanggil Wawak oleh warga selama ini menetap di Huta 10, Nagori Bandar Tongah, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun. 

“Benar bahwa baju, celana, ikan pinggang dan ciri2 gigi ompong sesuai dengan laki-laki yang sebutannya WAWAk tersebut, dan juga membenarkan bahwa mayat laki laki tersebut semasa hidupnya memiliki keterbelakangan mental (kurang waras) dan ada riwayat penyakit ayan,” ujar pria yang akrab dipanggil Zuri.

Kapolsek Perdagangan, AKP Supendi SH MH saat dihubungi melalui selularnnya mengatakan bahwa saat ditemukan pria yang kerap dipanggil “Wawak” oleh warga sekitar ini tidak memiliki identitas apapun menetap sejak tiga bulan lalu di wilayah tersebut.

“Identitasnya gak ada bg, namun selama ini tinggal di Huta 10, Nagori Bandar Tongah, sudah sekitar 3 bulan dan menurut warga sekitar menyebutkan berpenyakit kelainan jiwa dan menderita penyakit ayan,” jawab Kapolsek Perdagangan singkat melalui pesan Whatsapp.
Baca Juga :  Dua Pabrik Karet Di Perdagangan Diduga Buang Limbah Ke Sungai Bahbolon


Sebelumnya, pada Rabu (24/07/2019) sekira pukul 17.00 WIB warga sekitar yang memancing ikan telah menemukan sesosok mayat pria tanpa identitas dengan kondisi mengambang di aliran irigasi di Kampung Tiga, Huta IV Nagori Purbaganda, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun. (RY/KTN)

Tempat tinggal Pria yang akrab dipanggil “Wawak” di Huta 10, Nagori Bandar Tongah, Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun
Bagikan :