Terduga Pemalsu Ijajah di Bridgestone Minta Segera Ditangkap

Bagikan :

Simalungun-Kliktodaynews.com Polisi diminta tangkap oknum diduga pemalsu identitas ijajah agar usia pensiunnya diperpanjang di PT. Bridgestone Sumatra Rubber Estate di Dolok Merangir Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun.

Oknum tersebut berinisial IR karyawan sebagai pimpinan salah satu unit keamanan. ia diduga merubah tahun lahirnya dari 1964 menjadi 1969 pada ijajah S1 lulusan Universitas Swasta dimedan tersebut.

Sesuai data yang didapat, tertera Ijajah SMA yang dikeluarkan salah satu SMA Negeri di Medan tahun lahirnya adalah tahun 1964. Informasi dari pihak HRD Perusahaan, bahwa ijajah yang masuk dalam data base mereka justru lulusan salah satu Universitas Swasta di Medan tahun lahirnya yaitu 1969. dengan tanggal dan bulan lahir yang sama sementara tahun berbeda.

Besar dugaan terjadi pemalsuan data indentitas disini, dan ada indikasi pelibatan beberapa oknum disini. sehingga diminta polisi mengembangkan temuan awal ini menjadi penyelidikan.

Hal ini disampaikan Direktur LRR Siantar Bangun Pasaribu bersama Direktur LRR Simalungun Suherman, Rabu(21/10/2020) di kantornya Jalan Farel Pasaribu Pematangsiantar.

Baca Juga :  PRIA PARLAPO TUAK NYAMBI JUAL KIM HONGKONG WARGA PARAPAT DI RINGKUS UNIT JAHTANRAS POLRES SIMALUNGUN


mereka mengatakan segera mungkin akan menyampaikan kasus ini secara resmi ke Mapolres Simalungun.

“dalam 2×24 jam kita sampaikan bukti-bukti ini ke Aparat Penegak Hukum, agar oknum tersebut diamankan kepolisian serta di pecat dari Perusahaan tersebut”, kata mereka.

Sebelumnya, pihak PT. Bridgestone Sumatra Rubber Estate mengatakan bahwa syarat pensiun karyawan berusia 55 tahun, terkait adanya data salah satu karyawan berinisial IR yang tidak sesuai pada tahun lahir, pihak perusahaan menyangkalnya, sebab, data base yang ada dengan ijajah lulusan salah satu universitas swasta dengan jurusan pertanian karyawan tersebut lahir pada tahun 1969.

Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo, SIK belum bersedia memberikan keterangan terkait hal ini.(RED/KTN)

Bagikan :