Sidang Kajian dan Penetapan Cagar Budaya Peringkat Kabupaten di Simalungun Dibuka Bupati Radiapoh Hasiholan Sinaga

Bagikan :

SIMALUNGUN – Kliktodaynews.com|| Sidang Kajian dan Penetapan Cagar Budaya Peringkat Kabupaten, untuk Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara secara resmi dibuka Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga SH MH pada Kamis (6/10) di Ruang Sawit Siantar Hotel Kota Pematang Siantar.

Dalam arahanya dihadapan peserta sidang, Bupati Simalungun menyampaikan apresiasi kepada tim yang sudah bekerja. “Ini merupakan dasar kita untuk membenahi atau menunjukkan wajah Simalungun,”ujanya.

Bupati berharap dengan adanya cagar budaya ini mari bersama-sama mulai membenahi wajah Simalungun dengan budayanya.
“Tentu dengan kegiatan ini, dapat kita memberikan pengetahuan sejarah budaya Simalungun bagi generasi penerus kita, tentu juga hal ini akan meningkatkan Pariwisata di Simalungun,”kata Bupati.

Disampaikan Bupati bahwa banyak objek cagar budaya Simalungun yang belum terindtifikasi, diharapkan melaui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bersama TCAB cagar budaya Simalungun bisa di expos untuk kemajuan pariwisata di Simalungun.

“Terkadang kita agak sedikit miris, ketika kita orang Simalungun tidak faham dan tidak tahu dengan jati diri kita bahkan mereka juga tidak menguasi bahasa Simalungun. Ini tugas kita bersama bapak ibu para TCAB agar terus berbuat dan berbenah dalam menjaga melestarikan budaya kita,”kata Bupati.

Baca Juga :  AKBP Agus Waluyo SIK: "Jangan Membekingi Penjahat di Wilayah Hukum Polres Simalungun"

Sementara itu, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simalungun M Fikri F Damanik dalam laporannya menyampaikan dilaksanakannya siding kajian cagar budaya berdasarkan UU No 10 tahun 2011 tentang Cagar Budaya dan Sertifikasi dari Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan.

Menurut Fikri, penetapan cagar budaya bedasarkan objek yang sudah di lakukan identifikasi oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) yang ditetapkan di Simalungun. “Masih banyak yang belum diidentifikasi. Masih dua harajaon, dan kita berharap di tahun 2022 ini di tujuh harajaon dapat di identifikasi,”kata Fikri.

Sementara itu, Ketua TACB Kabupaten Simalungun Dr Hisarma Saragih menyampaikan terbentuknya TACB Kabupaten Simalungun berdasarkan UU No 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan PP No 1 tahun 2022 tentang Registrasi Nasional dan Pelestarian Cagar Budaya. “Ini merupakan prestasi bagi kita di Simalungun,”ucapnya

Kemudian Dr Hisarma Saragih menjelaskan, cagar budaya adalah warisan budaya yang bersifat kebendaan, seperti bangunan, struktur dan situs cagar budaya, baik di kawasan daratan maupun di air yang perlu di lestarikan yang memiliki nilai sejarah dan budaya ilmu pengetahuan pendidikan serta agama yang di tetapakan melaui proses penetapan.

Baca Juga :  LRR Simalungun Minta Polisi Tangkap Pangulu Pagar Pinang Sunat BLT Dana Desa

“Proses penetapan di awali dengan identifikasi oleh TACB yang memiliki sertifikasi dari Kementerian kebudayaan dan selanjutnya hasil rekomendasi TACB di serahkan ke Bupati Simalungun untuk di tetapakan. Sehingga muncul Cagar Budaya di Simalungun,”jelas Hisarma.

Tampak hadir antara lain ahli waris Harajaon Marpitu, Staf Ahli Pemerintahan dan Kesra Resman H Saragih, Kadis Perpustakaan dan Arsip Afdoli, Camat Jawa Maraja Bah Jambi Sutrisno, Camat Raya Septiaman Purba, Samat Tanah Jawa Maryaman Samosir.(*)

Bagikan :