Petani 73 Tahun Ditemukan Tewas di Kebun Sawit Hatonduhan

Ilustrasi gambar
Bagikan :

SIMALUNGUN – Pagi Minggu yang tenang di perkebunan kelapa sawit Blok H CV Jaya Anugrah, Huta V Pamotangan, Nagori Bosar Nauli, Kecamatan Hatonduhan, tiba-tiba geger. Seorang petani berusia 73 tahun ditemukan tewas di tengah kebun. Tim Polsek Tanah Jawa langsung bereaksi cepat, menerjunkan delapan personel untuk melakukan olah TKP dan evakuasi.

Kapolsek Tanah Jawa, KOMPOL Asmon Bufitra, S.H., M.H., saat dikonfirmasi Minggu sore (18/1/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, menjelaskan kronologi penemuan mayat yang tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP-A/02/I/2026/Polsek Tanah Jawa.

“Sekitar pukul 10.00 WIB pagi tadi, kami menerima informasi dari warga bahwa ditemukan seorang laki-laki meninggal dunia di perkebunan sawit CV Jaya Anugrah, tepatnya di Blok H. Tim kami langsung bergerak cepat ke TKP bersama petugas kesehatan Puskesmas Buntu Turunan dan Tim Inafis Polres Simalungun,” ujar Kapolsek Asmon.

Korban diidentifikasi bernama Almen Manurung (73 tahun), seorang petani yang tinggal di Huta IV Parbeokan Pasar, Nagori Buntu Turunan, Kecamatan Hatonduhan. Jenazah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di tengah kebun kelapa sawit.

“Setelah kami cek di TKP, korban adalah seorang bapak berusia 73 tahun bernama Almen Manurung. Dia seorang petani yang tinggal sendiri di rumahnya,” ungkap Kapolsek Asmon.

Penemuan mayat ini pertama kali dilaporkan oleh Harri Nainggolan (45 tahun), warga Huta IV Silaubosar, yang kemudian menjadi salah satu saksi dalam kasus ini.

Bagikan :