Pemilu 2019, Diharapkan Masyarakat Kecamatan Bandar Hindari Politik Uang

Bagikan :

Perdagangan-Kliktodaynews.com Seperti yang terjadi pada setiap Pemilu politik uang biasanya turut mewarnai para calon untuk meraup suara, maka diminta kepada masyarakat pada pemilu serentak 2019 ini agar menghindari politik uang. Hal ini seperti diucapkan oleh tokoh pemuda Kecamatan Bandar Rudi Samosir ST.

Rudi Samosir saat ditemui Selasa (9/4/2019) diPerdagangan mengatakan, masyarakat saat ini harus cerdas dalam memilih calon pemimpinnya baik itu untuk perwakilan dalam calon legislatif tingkat Kabupaten, Provinsi dan pusat dalam memperhatian dan memabantu mengakomodir semua kebutuhan daerah dalam pembangunan yang dibutuhkan,ucapnya.

Masyarakat harus memilih para calon yang mempunyai misi dan visi yang jelas dalam menjawab semua persoalan-persoalan masyarakat dan daerah,jelasnya.

Hindari para calon yang menawarkan politik uang, sebab bila ada yang mengandalkan uang untuk meraup suara, kuat kemungkinan nantinya setelah jadi pemimpin atau duduk menjadi anggota legislatif akan lebih mementingkan membalikkan modalnya daripada memikirkan kepentingan masyarakat yang seharusnya menjadi tugasnya,jelasnya.

Saat ini diKecamatan Bandar masih banyak permasalahan yang harus dilakukan seperti masalah debu pasir, masalah sampah, masalah tanah wakaf pekuburan, masalah infrastruktur jalan, masalah manfaat KEK Sei mangkei bagi masyarakat untuk mendapatkan peluang pekerjaan, masalah peredaran narkoba dan masih banyak yang lainnya, maka diharapkan masyarakat harus cerdas memilih para calon yang dapat menjawab semua persoalan yang ada diKecamatan Bandar,terangnya.

Baca Juga :  Melawan Dan Melarikan Diri Saat Tunjukkan Kurir Sabu, Anton Dihadiahi Timah Panas


Untuk ini Rudi Samosir mengharapkan pada pemilu serentak 2019 kali ini, masyarakat dapat benar-benar cerdas memilih, dan menjadikan awal menolak politik uang dan sadar bahwa politik uang bukanlah berkah tapi salah satu penghambat mendapatkan pemimpin yang bersih dan berkualitas. Jangan sampai gara-gara uang 50 ribu dan100 ribu rupiah kita tidak mendapatkan pemimpin yang baik,harapnya. (BS/KTN)

Bagikan :