Pasca Penemuan Orok Bayi Dalam Plastik,Karang Taruna Tanah Jawa Kerahkan Anggota Gali Informasi

Bagikan :

SIMALUNGUN – Kliktodaynews.com|| Pasca temuan orok bayi dalam plastik yang di temukan di Saluran irigasi atau Bendar tepatnya dibelakang perumahan warga disekitaran Dusun Kampung Melayu Kelurahan Tanah Jawa,Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun,banyak menuai sorotan dan kecaman dari berbagai oknum dan masyarakat,baik itu di media sosial dan ditengah tengah masyarat.

Kecaman ini juga datang dari Tokoh muda yakni  Ketua/Pengurus Karang Taruna Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun Sanggam Manik SE,dia sangat sesalkan kejadian tersebut,menurutnya kedua orang tua bayi harus segera ditemukan,dan harus dihukum seberat beratnya sesuai hukum yang berlaku di Negara Indonesia.

“Kita ngeri mengetahui ini pak,dimana hati nurani kedua orang tuanyana,anak yang tidak berdosa pun menanggung keburukan mereka,jika memang tidak diinginkan ya silahkan dicari  orang tua angkatnya,jika begini kita menduga ini adalah hasil hubungan gelap,namun biarlah pihak APH  yang mengungkap tabir kejahatan ini”,ungkapnya saat ditemuai di Kantornya.

Lebih lanjut kata Sanggam,”sebagai warga tanah jawa ,saya merasa malu ketika ditanya rekan rekan dari luar melalui telepon seluler dan chat Whatsapp,sehingga saya harap kasus ini segera terungkap,agar hal ini menjadi efek jera dan pelajaran bagi masyarakat diluar sana,jadi dalam hal ini kami Karang Taruna Kecamatan Tanah Jawa mengutuk keras kejadian ini,bahkan kita juga mengerahkan rekan rekan Karang Taruna untuk menggali informasi,dan rekan rekan kita juga coba menyisir saluran air tersebut manatau ada petunjuk,dan kita juga akan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian apabila menemukan informasi,”ungkapnya mengakhiri.

Baca Juga :  "Seruan PTPN 4 Angkat Kaki" Dari Kabupaten Simalungun Dianggap Tidak Bijaksana Dan Bukanlah Solusi

Sebelumnya,Kliktoday News telah mengabarkan bahwa Warga Tanah Jawa dihebohkan dengan penemuan orok bayi yang dibungkus dalam pelastik,kejadian tersebut dihimpun berdasarkan keterangan tertulis Kapolsekta Tanah Jawa,Kompol. Selamat Manalu, pada hari kamis 05/08/2021 sekira pukul 15:00 WIB,bahwa penemuan mayat seorang bayi berjenis kelamin lelaki tersebut yang diduga baru lahir bermula atas adanya laporan warga ke Polsekta Tanah Jawa yang melihat adanya seorang anak mengapung di parit belakang rumah warga Kampung Melayu.

 

Selanjutnya  personil Polsekta lakukan cek Lokasi,berdasarkan informasi yang diperoleh oleh petugas pada saat cek tempat kejadian bahwa pada hari Kamis tanggal 05 Agustus 2021 sekira pukul 10.42 Wib, saksi bernama Siti Maunah boru Pulungan mencium bau busuk dibelakang rumahnya di bendar Cabang perumahan SD Negeri Kampung Melayu, Kelurahan Pematang Tanah Jawa,Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun.

Selanjutnya ia(saksi) membersihkan sampah di bendar tersebut, karena curiga dengan bau busuk yang  menyengat lalu tiba tiba ia memanggil Irsan,Roby Lubis,dan Satria untuk mencari asal bau busuk tersebut.

Setelah mencari asal bau busuk tersebut para saksi menemukan bau busuk di dalam plastik kresek warna merah di aliran air/bendar Cabang dibelakang rumah warga bernama Junet Lubis,dan ternyata ditemukan bungkusan plastik kresek berisikan seorang Mayat Bayi Baru Lahir,selanjutnya oleh  Satria ia mengambil/mengangkat plastik kresek berisikan seorang Mayat Bayi Baru Lahir tersebut dari dalam bendar dan meletakkanya ke Benteng sawah dekat bendar Cabang tersebut.

Baca Juga :  Pangulu Bahbutong II Jadikan Anaknya Kaur Keuangan

Petugas Kepolisian Polsekta Tanah Jawa yang turun kelokasi langsung menghubungi dr. Widya Saragih selaku Kepala puskesmas Tanah Jawa untuk datang ke TKP dan melakukan pemeriksaan luar terhadap Bayi yang diduga Baru Lahir karena ditemukan plasenta bayi,dan masih tampak kulit bayi ada melepuh karena masih labil.

 

Selanjutnya mayat bayi tersebut di bawa ke R.S. Umum Djasamen Saragih Pematangsiantar guna dilakukan Otopsi,dari keterangan Kapolsek Tanah Jawa,dugaan sementara pelaku setelah melahirkan bayi tersebut langsung di masukkan ke plastik kresek warna merah lalu membuangnya ke bendar yang airnya mengalir.

 

“Tidak ada barang bukti ditemukan pada saat di TKP,kemudian polsekta Tanah jawa langsung membuat permintaan autopsi dan melakukan penyelidikan terhadap kejadian,sementara personil masih mengumpulkan bukti bukti yang bisa menangkap pelaku,kita tunggu pengembangannya,harapan kita agar kasus ini secepatnya menemukan titik terang,dan bagi masyarakat yang memiliki informasi  mohon segera koordinasikan ke Polsekta Tanah Jawa guna mempercepet penyidikan”ungkapnya melalui pesan Whatsapp. (SAP/KTN)

Bagikan :