Ini adalah pendekatan humanis yang sangat menyentuh,” ujar Kapolsek.
Bantuan yang diberikan oleh Kapolres berupa bahan-bahan pokok seperti beras, telur 1 papan, Indomie, dan gula. “Bantuan ini mungkin tidak seberapa dibandingkan dengan kerugian yang mereka alami, tapi ini adalah bentuk kepedulian Polri dan dukungan moral bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi musibah ini,” ungkap Kapolsek.
Yang bikin para korban makin terharu adalah sikap Kapolres yang sangat humble dan empati. Beliau nggak cuma datang, serah bantuan, terus pergi. Tapi beliau meluangkan waktu untuk ngobrol, mendengarkan keluhan, dan memberikan semangat kepada para korban.
“Kapolres memberikan dukungan moral kepada para korban. Beliau bilang, ‘Jangan putus asa, kami dari Polri dan pemerintah akan bantu kalian untuk bangkit lagi. Rumah bisa dibangun lagi, yang penting kalian selamat dan sehat.’ Kata-kata beliau sangat menyentuh hati para korban,” ujar Kapolsek.
Hamzah Nur, korban termuda yang mengalami kerugian paling besar sekitar Rp20 juta, sempat menangis saat bertemu dengan Kapolres. “Hamzah Nur yang baru berusia 25 tahun ini sangat terpukul karena rumahnya yang baru selesai dibangun langsung rusak parah akibat puting beliung. Tapi setelah ngobrol dengan Kapolres, dia dapat semangat baru untuk bangkit lagi,” ungkap Kapolsek.
Karnadi Sinaga, pensiunan ASN berusia 60 tahun juga sangat berterima kasih atas kehadiran Kapolres dan bantuan yang diberikan.
