“Patroli ini kami lakukan rutin, tidak hanya Minggu. Kami ingin memberikan rasa aman kepada masyarakat bahwa Polri selalu hadir di jalan raya,” jelas Yancen.
Tujuan utama Blue Light Patrol adalah mengantisipasi kejahatan jalanan seperti balap liar dan begal, serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Simalungun.
“Balap liar dan begal masih menjadi masalah. Dengan patroli yang intensif, kami ingin memberikan efek jera dan membuat pelaku berpikir dua kali sebelum beraksi,” ungkap Yancen.
Berkat kerja keras tim, hasil yang dicapai sangat memuaskan. Terciptanya situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas yang kondusif. Informasi tentang situasi kondisi jalan juga tersampaikan kepada pengguna jalan.
“Tidak ditemukan pelanggaran berat dan kecelakaan lalu lintas selama patroli. Tidak ada juga balap liar dan kejahatan jalanan. Ini hasil yang membanggakan,” lapor Yancen.
Cuaca cerah yang mengiringi kegiatan patroli turut mendukung kelancaran tugas.
“Cuaca cerah memudahkan kami berpatroli dan berinteraksi dengan pengendara. Visibilitas bagus, semua berjalan lancar,” jelas Yancen.
Tim Gakkum juga menyampaikan berbagai himbauan penting untuk mencegah kecelakaan lalu lintas di awal tahun 2026. Himbauan pertama adalah tentang kesiapan kendaraan dan pengendara.
“Periksa kelayakan kendaraan sebelum berangkat. Rem, ban, lampu, mesin harus dalam kondisi baik. Gunakan helm SNI untuk motor dan sabuk pengaman untuk mobil.
