Didalam Gubuk Ladang, Restiorina Purba Tewas Disambar Petir

Restiorina Purba (42) Dirumah Duka
Restiorina Purba (42) Dirumah Duka
Bagikan :

Purba-Kliktodaynews.com GADIS remaja ini menjerit histeris melihat tubuh ibunya, Restiorina Purba (42) hangus terbakar tersambar petir saat berada di dalam gubuk perladangan di Ladang Juma Proyek Huta Bandar Mariah Nagori Bandar Sauhur Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara, Selasa 14 April 2020 pukul 15.00 Wib

Triana Sinaga (14) pelajar, warga Huta Bandar Mariah Nagori Bandar Sauhur Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun, langsung berlari pulang mengabari ayahnya Herdianson Sinaga (43) di rumah.

Kabar ini spontan menggemparkan wilayah itu yang kemudian oleh kepala desa, Jekson Purba meneruskan laporan peristiwa ke pihak Kepolisian. Ujar Kapolres Simalungun AKBP Heribertus Ompusunggu SIK MSi melalui Kapolsek Purba AKP B Pakpahan dalan rilis yang disiarkan Kasubbag Humas AKP Lukman Hakim, Rabu pagi, 15 April 2020.

Menurut penjelasan Humas sesuai keterangan Triana Sinaga. Sebelum kejadian dia dan ibunya sedang bekerja di ladang. Sekira pukul 15.00 Wib, tiba tiba hujan turun disertai gelegar petir. Triana dan ibunya lari berlindung ke dalam gubuk.

Baca Juga :  Seorang Pelajar Hilang Ditelan Arus Air Terjun Sampuran


“Saat itulah petir menyambar gubuk mengenai tubuh ibunya. Korban tergeletak mengalami luka bakar pada bagian punggung hingga ke rambut. Ungkap Humas.

Di bantu warga, korban dilarikan ke RS Bethesda Seribu Dolok. Namun hasil pemeriksaan dokter korban dinyatakan telah meninggal dunia yang selanjutnya di bawa ke rumah duka untuj disrmayamkan. Ujarnya.

Mendapat laporan peristiwa dari kepala desa setempat pada pukul 19.00 Wib, Kapolsek AKP B Pakpahan dan jajaran berserta Camat berangkat ke rumah duka.

Atas kedatangan pihak berwenang, pihak keluarga mengucapkan terima kasih dan menyampaikan permintaan agar terhadap jenazah korban tidak dilakukan Otopsi. “Pihak keluarga tidak keberatan dan menerima ihklas atas kematian korban disertai dengan surat pernyataan”. Kata Humas.

Pada kesempatan itu, mengingat bencana wabah Covid 19, selain mengucapkan belasungkawa, Kapolsek menghimbau pihak keluarga agar para pelayat terlebih dahulu mencuci tangan menggunakan sabun yang telah disediakan, memakai masker, menjaga jarak serta secepatnya mengurus pemakaman keesok harinya. Tutup Humas dalam penjelasannya. (ALDY/KTN)

Bagikan :