Dapat Perlakuan Tak Manusiawi Dari Manajer Kebun Bah Jambi, Warga dan Insan Pers Berikan Tali Asih Kepada Pasutri Miskin

Bagikan :

SIMALUNGUN-Kliktodaynews.com|| Dipolisikannya sepasang suami isteri (Pasutri) miskin yang sudah usia uzur oleh Manajer PTPN IV Unit Kebun Bah Jambi Tri Mangkurat yang ditangkap akibat Lagiman (66) dan istrinya Semi (65) pada hari Kamis, 5 Maret 2024 lalu dengan membawa daun kelapa sawit untuk dijadikan sapu lidi dari areal perkebunan yang dipimpinnya.

Perlakuan yang tidak manusiawi serta tanpa hati nurani ini menjadi viral di sosial media yang serta merta mendatangkan banyak hujatan terhadap sikap sang manajer. Bahkan banyak pihak minta kepada Direktur PTPN IV untuk mengevaluasi posisi Tri Mangkurat.

Sebelumnya, Kapolsek Tanah Jawa Polres Simalungun Kompol M. Nainggolan, S.H M.Si dengan tegas menolak langsung laporan sang Manajer. Menurut Kapolsek tuduhan pengerusakkan yang dilakukan Kakek dan Nenek tersebut bukanlah menyebabkan tanaman sawit menjadi mati, untuk pengerusakan itu tidak cukup unsurnya untuk dibuktikan.

Sikap empati terhadap Pasutri miskin tersebut, Kamis (7/3/2024) ditunjukkan warga Nagori (desa) Moho, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun bersama sejumlah insan Pers didampingi Pangulu Nagori Suprayogi dengan memberikan tali Asih berupa sembako kepada warga miskin korban keprihatinan atas tindakan Manajer Kebun Bah Jambi.

Baca Juga :  JUAL KIM HONGKONG, SUKARNO PEDAGANG TUAK DI TANGKAP UNIT JAHTANRAS POLRES SIMALUNGUN DI SILAU MALAHA

Dengan mata berkaca-kaca Pasutri miskin ini mengucapkan rasa terima kasih terhadap warga dan insan Pers yang memberikan perhatian berupa tali asih, seperti beras, telur dan mie instan.

Sikap terharu disampaikan Suprayogi, seraya berterima kasih kepada warga dan insan Pers yang telah memberikan perhatian terhadap warganya yang mengalami trauma akibat perlakuan oknum petinggi PTPN IV.

Hal senada juga disampaikan Ketua Maujana Nagori Moho Srinoto Sinaga yang sangat kecewa dengan sikap yang dipertontonkan orang yang dianggap seharusnya memiliki kesantunan dan mengayomi warga sekitar Kebun Bah Jambi.

“Jika tindakan Kakek dan Nenek ini memang salah, seyogyanya manajer bisa berkoordinasi dengan pemerintah Nagori Moho untuk memberikan peringatan atau sejenis sosialisasi larangan atas tindakannya,” ujar Ketua Maujana.

Menurut kedua tokoh Nagori Moho ini, pihak PTPN IV sebaiknya mengambil sikap tegas untuk segera memindahkan Tri Mangkurat dari Kebun Bah Jambi agar toleransi dan kekeluargaan antara warga Moho dengan Kebun Bah Jambi dapat terpelihara dan berjalan dengan baik. (Tim/Red)

Bagikan :