BLT Sumber Dana Desa Bantuan Covid-19 di Dolok Parriasan Diduga Berbau Korupsi

Nagori Dolok Parriasan
Nagori Dolok Parriasan
Bagikan :

Simalungun-Kkiktodaynews.com Dugaan korupsi bantuan langsung tunai bersumber dari dana desa untuk bantuan Covid19. Akhirnya Ronatio Silalahi Pangulu Dolok Parriasan, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun, Sumut, mengakui pada saat pembagian sebesar Rp 200.000 per tahap.

Hal itu sempat mengelak dan akhirnya Ronatio mengatakan terkait pembagian bantuan langsung tunai dampak covid19 tak sampai 300 ribu. Terungkap dan diakuinya saat disambangi wartawan dikantornya, Senin (21/12/2020) sekitar siang.

“Tanya lah warga ini, karena dana desa kami nggak cukup” kata Ronatio.

Disinggung terkait jumlah pagu dana desa yang realisasi anggaran tahun 2020 ini. Sangat disayangkan, seorang pangulu yang bertanggung jawab atas dana desa yang dikucurkan oleh pemerintah pusat itu, tidak mengetahui jumlah pagu yang diterimanya dan berbelit-belit.

” Pokoknya nggak cukup dana desa kami.aku nggak tau berapa dana desa kami, aku nggak bisa menerangkannya” kata Ronatio.

Atas dugaan korupsi bantuan dampak covid19, jurnalis kliktodaynews.com kembali mencecar pertanyaan jumlah kepala keluarga yang berada di nagori dan tiap-tiap dusun.

“Jumlah KK di nagori ini 300, secara rinci tiap dusun aku tidak tau, tanya sama Gamot lah,” kata Pangulu sembari melemparkan ke perangkat desa yang tidak berada dikantor.

Selain itu, Pangulu Ronatio langsung bergegas keluar dari ruangan kantor pangulu (melarikan diri, red) saat dilayangkan sejumlah awak media dan pemerhati sejumlah pertanyaan.

Sementara menurut wakil ketua Komnas Tipikor Nusantara, Jahotman Sagala sangat berharap kepada aparat penegak hukum supaya mengaudit indikasi korupsi bantuan dampak covid19 di Dolok Parriasan.

“Kita berharap agar aparat penegak hukum membantu kami mengaudit indikasi dugaan korupsi covid19 di Dolok Parriasan ini” pinta Sagala.

Sebelumnya postingan berita yang dishare melalui facebook dengan judul “Pangulu Parriasan Bagikan BLT 200 ribu per KPM” ditanggapi ID facebook dengan nama “Alboin Alboin”.

“Ya, kenapa tak kau bilang di facebok biar tau aku mengumpulkan masyarakat ku” kata Pangulu kepada awak media.

Inilah komentar salah satu akun fb“Alboin Alboin” terkait berita BLT dampak covid19 itu, “kau blm tau ceritanya udah memponnis.hari senin kau datang ke kantor dlk parriasan.sy akan kumpulkan masyararakat di depanmu.kutunggu ke datanganmu.kalau tdk kami akan rame2 kerumahmu.wargaku akan melawanmu.dari pangulu dlk parriasan. tulis Alboin Alboin di kolom komentar.

“Datang kau kekantorku.jawap masyarakatku.hari senin masyarakat menunggumu.pangulu dlk parriasan,” tambahnya lagi.

Alboin Alboin kembali menulis di kolom komentar “kau tampa kompirmasi.datanglah y.supaya masyarakat menjelaskam samamu.supaya kau puas kebenarannya.pangulu dolok parriasan.

“.jadi datang kan supaya kusuru gamot mrngumpulkan semua penerima blt”tulisnya lagi..

“Ya datanglah kekantor dlk parriasan.di tunggu warga disini.pangulu dlk parriasan.lsm kami juga ada.termasuk wartawan kami itu dpt blt.mau tau siapa ambarita ujarnya tulisnya kembali dalam kolom komentar.

Sebelumnya Pangulu Nagori Parriasan Kecamatan Jorlang Hataran , Kabupaten Simalungun, Rona Tio Silalahi, , Jumat (18/12) telah membagikan bantuan langsung tunai (BLT).

Besar bantuan langsung tunai bersumber dari dana desa itu sebesar 200 ribu per tahap untuk peserta keluarga penerima manfaat (KPM) diberikan . Sementara menurut warga, pembagian BLT yang diberikan pangulu jauh dari yang di harapkan. Dan anjuran pemerintah pusat BLT seharusnya Rp 300.000 rupiah per tahap. disalurkan Pangulu Parriasan (TOM/KTN)

Bagikan :