Abrasi Sungai Bah Bolon, Jembatan Dan Rumah Warga Terancam Ambruk

Keterangan Photo : Kondisi Jembatan Dan Perumahan Warga Terancam Ambruk Akibat Abrasi Sungai Bah Bolon.
Keterangan Photo : Kondisi Jembatan Dan Perumahan Warga Terancam Ambruk Akibat Abrasi Sungai Bah Bolon.
Bagikan :

Bandar-Kliktodaynews.com Dampak dari meningkatnya curah hujan saat ini, warga yang menetap di sepanjang aliran Sei Bah Bolon menimbulkan keresahan. Pasalnya, warga yang bermukim di pinggiran sungai ini merasa terancam akibat abrasi tepatnya di Kedai Bawah, Huta VII Nagori Marihat Bandar Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun. 

Edymard Saragih (47) menyebutkan kondisi abrasi yang terjadi di lintasan Sei Bah Bolon ini sudah berulang kali terjadi dan mengakibatkan beberapa rumah warga rubuh dan lebih mengkhawatirkan jembatan penghubung menuju ke PTPN IV unit Kebun Dolok Sinumbah di wilayah kecamatan Hutabayu Raja terancam ambruk total.

“Dulu tahun 2010 pernah longsor menghanyutkan dua rumah dan terulang lagi beberapa tahun yang lalu akibat banjir besar itu ambruk lagi rumah warga dan kalau dibiarkan lama kelamaan jembatan akan ambruk,” sebut pria berambut ikal ini, Jumat (25/10/2019) sekira pukul 11.00 Wib.

Kepada awak media ini, Saragih menyampaikan, sepanjang ratusan meter pinggiran Sungai Bah Bolon yang ada di wilayah ini, sudah sangat mengancam permukiman warga sekitar dan berulang kali warga sekitar menyampaikan kepada pemerintah setempat untuk menindaklanjuti keluhan warga.  

Baca Juga :  Geliat Semarak Hari Jadi Bhayangkara ke 74, Polsek Perdagangan Menabur Bhakti di 5 Titik Dalam Sehari


“Kondisi itu sudah dilaporkan kepada Pangulu kami agar mendapat penanganan dan penanggulangan sebelum berdampak buruk bagi warga sekitar,” ucap Edimard Saragih.

Menurut Fendi (48) warga lainnya, untuk mengantisipasi agar tebing di pinggir sungai tidak amblas, pemerintah secepatnya bertindak dengan cara memasang bronjong.

“Saya juga khawatir bila air sungai Bah Bolon terus meluap, akibat tebing tanah penahan rumah berada di tepi jurang itu bisa-bisa terancam amblas,” ungkapnya.

Selain mengancam rumah-rumah penduduk, kondisi tersebut juga mengancam perladangan milik warga dan satu unit jembatan penghubung antar kecamatan. 

“Perladangan, kebun warga dan jembatan terancam kalau ambruk,” ungkapnya.

Pantauan awak media, berdasarkan perkiraan lokasi pinggiran sungai yang rawan longsor tersebut memiliki panjang sekitar 500 meter dengan ketinggian lebih kurang 20 meter.

Hendri Siagian, Pangulu Nagori Marihat Bandar, terkait keluhan warga belum dapat memberikan tanggapan saat dihubungi dan pesan singkat yang dikirimkan melalui nomor selularnya juga tak berbalas. (RY/KTN)

Bagikan :