Pembunuhan Sadis, Pelaku Multilasi Gadis Di Cemara Asri, Diringkus Polrestabes Medan

Bagikan :

Medan-Kliktodaynews.com Polrestabes Medan tangkap 3 (tiga) pelaku dalam kasus pembunuhan sadis terhadap korban EL (21) di Jl. Duku No. 40 Komplek Cemara Asri Kec. Percut Sei Tuan.

Adapun ketiga tersangka yakni J (22), M (22) dan TS (56) yakni ibu dari tersangka J. Dalam paparannya Kapolrestabes Medan memaparkan kronologi kejadian dimana korban Elvina dikontak oleh pelaku J untuk datang ke rumahnya di Jl. Duku No. 40 Komplek Cemara Asri, Percut Sei Tuan. Kemudian sesampainya di rumah, tsk J hendak memperkosa korban namun korban menolak hingga akhirnya dianiaya sampai pingsan lalu disetubuhi di dalam kamar mandi.

Kapolrestabes Medan menjelaskan tsk J ingin menutupi kejahatan yang baru saja dilakukannya dan timbul niat untuk menghabisi nyawa korban dan membuangnya. Namun, tidak tertutup kemungkinan pembunuhan ini sudah direncanakan. tsk J kemudian menikam bagian dada kiri korban dan merobek perut korban dengan pisau.

Tidak berhenti sampai di situ, tubuh korban kemudian dibakar tsk J dengan bensin yang dibeli oleh tsk M. Belum sempat habis terbakar, jasad itu kemudian dimutilasi oleh tsk J lalu dimasukkan ke dalam kardus. Dan hendak dibuang ke daerah Lubuk Pakam namun tidak jadi.

Baca Juga :  Kabar Gembira..Pasien Pertama Di Sumut Sembuh Dari Corona


Kapolrestabes Medan menambahkan peran dari ibu tersangka TS adalah membantu memasukkan potongan jasad korban ke dalam kardus dan berupaya menghilangkan jejak. Kasus ini terungkap dari hasil penyidik melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan orang-orang sekitar.

Berdasarkan keterangan awal, bahwa tsk M yang membunuh korban dan mencoba bunuh diri dengan obat nyamuk. Namun, keberadaan obat nyamuk ini yang justru menguak tabir skenario busuk pembunuhan ini. “Ada botol HIT dan Stella berjumlah empat botol. Tidak mungkin cairan sebanyak itu,” kata Kapolrestabes Medan.

Sementara tsk M dalam posisi pingsan saat polisi mendatangi TKP sehingga tidak bisa ditanyai. Barulah besoknya digali lagi sehingga terbongkar bahwa semua ini direncanakan oleh tsk J dan ibunya tsk TS. (RED/KTN)

Bagikan :