Dengan bekal pengetahuan mitigasi bencana, mereka diharapkan mampu mendorong langkah antisipatif sejak dini sekaligus responsif terhadap berbagai kemungkinan.
“Untuk mengapresiasi itu, bisa kita pertimbangkan nanti ada semacam insentif atau tambahan setelah mereka (perangkat desa) mengikuti dan mendapatkan sertifikat pelatihan kebencanaan atau mitigasi bencana. Sedangkan untuk sarana pelatihan, kita (Pemprov Sumut) juga siap mendukung dan membantu untuk pembangunan balai latihan,” jelas Gubernur Bobby.
Ia menambahkan, dukungan tersebut juga dilandasi kebutuhan akan validasi data korban bencana yang lebih akurat. Selama ini, perbedaan data antara perangkat desa, pemerintah kabupaten/kota, dan instansi terkait kerap terjadi.
“Sebenarnya kita (Pemprov Sumut) ingin sekali secepatnya menyampaikan bantuan ke lokasi terdampak bencana. Karena itu kita ingin validasi data korban bencana bisa lebih cepat diterima. Sehingga langkah mitigasinya juga lebih cepat dan tepat sasaran,” sebut Bobby, yang mendukung penuh upaya pelatihan kebencanaan bagi masyarakat, khususnya perangkat pemerintah terdekat.
Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas RI Kelas A Medan, Hery Marantika, menyampaikan terima kasih atas dukungan Gubernur Sumut dalam penanganan bencana, khususnya pada kejadian November 2025 yang dinilai sangat responsif.
“Karena waktu itu Gubernur Sumatera Utara cepat tanggap dalam memitigasi bencana. Jadi saya menyampaikan pesan dari Kepala Basarnas RI (Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi’i), berupa penghargaan ini. Kami berharap bisa mendirikan balai pelatihan kebencanaan, terutama untuk 18 daerah yang terdampak bencana.
