Ia menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan dan pendekatan yang tepat kepada setiap kelompok.
“Semua elemen harus dirangkul satu per satu dengan cara komunikasi yang berbeda-beda. Kita paham Medan ini sangat majemuk, jadi tidak bisa sekali jalan langsung selesai. Ini butuh proses terus-menerus,” jelas Rico Waas
Lebih lanjut, Rico Waas juga memaknai Idulfitri sebagai waktu yang tepat untuk melakukan refleksi dan otokritik, khususnya dalam upaya pembangunan kota. Ia menyinggung peristiwa banjir yang sempat melanda sejumlah wilayah di Medan sebagai pengingat penting bagi semua pihak.
“Kita baru saja melewati bencana. Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih memperhatikan lingkungan dan sesama. Pembangunan infrastruktur harus diperkuat agar masyarakat lebih berdaya dan kota kita semakin tangguh ke depan,” ujar Rico Waas
Menurut Rico Waas pembangunan yang dilakukan harus berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Dengan demikian, hasil pembangunan benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh warga.
Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas juga menyampaikan pesan khusus kepada generasi muda, khususnya Gen Z di Kota Medan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif serta memanfaatkan teknologi secara bijak.
Orang nomor satu di Pemko Medan ini juga menyoroti tiga hal utama yang harus dihindari generasi muda, yakni penyalahgunaan narkoba, praktik judi, serta penggunaan teknologi yang tidak produktif.
