Menurutnya, penyelesaian persoalan sosial di tingkat lingkungan akan lebih efektif jika dilakukan sejak dini melalui komunikasi warga di tingkat komunitas.
“Permasalahan jangan sampai sudah melebar baru kita selesaikan. Dari yang kecil-kecil ini kita selesaikan bersama,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas juga meminta jajaran kecamatan dan kelurahan memberi perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk memastikan fasilitas sosial di lingkungan dapat berfungsi dengan baik.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, penceramah Alustaz H. Amhar Nasution, Ketua BKM Al-Ikhlas Fahmi Saad Siregar, para staf ahli, asisten, pimpinan perangkat daerah, tokoh masyarakat, serta jamaah dan warga sekitar yang memadati masjid.
Program Safari Ramadan ini menjadi salah satu agenda Pemerintah Kota Medan untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi warga secara langsung.
Pada momentum Safari Ramadan tersebut, Rico Waas juga menyerahkan sejumlah bantuan Pemerintah Kota Medan secara simbolis, antara lain hibah Rp50 juta untuk rehabilitasi masjid, bantuan sosial Rp10 juta beserta paket Ramadan, akta pendirian koperasi masjid dan satu unit gerobak usaha, 100 bibit cabai, satu set tenis meja, rak buku, satu set buku dengan barcode e-book, serta santunan kepada 50 anak yatim piatu. (Tim/ktn)
