Namun masih terdapat pekerjaan tahap kedua berupa pemasangan kursi stadion yang diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga bulan.
“Target finishing mudah-mudahan bulan ini. Masih ada kontrak tahap dua pemasangan kursi dan itu bisa kita kejar sekitar tiga bulan sehingga bisa mendukung pertandingan yang direncanakan digelar di Sumatera Utara. Kami terus berkoordinasi dengan Pak Wali Kota dan Pak Arya untuk penyelesaian akhir,” ujarnya.
Rico Waas menegaskan proyek ini sudah lama dinantikan masyarakat dan meminta seluruh pihak menjaga komitmen bersama. Ia menyebut percepatan penyelesaian stadion bukan sekadar proyek fisik, tetapi kebanggaan daerah dan nasional.
“Kita sudah menunggu sejak tahun lalu. Ini komitmen bersama untuk bangsa dan masyarakat. Stadion ini kebanggaan kita semua, jadi harus bisa sesegera mungkin diselesaikan,” ucapnya.
Sementara itu Arya Sinulingga menyebut pihaknya akan menurunkan tim penilai pekan depan untuk mengecek detail kesiapan stadion. Langkah tersebut bagian dari proses penentuan venue turnamen AFF U-20 yang diperkirakan berlangsung pertengahan Juni.
Ia menambahkan kebutuhan dua stadion menjadi syarat penyelenggaraan, yakni Stadion Teladan dan Stadion Sumut di wilayah Sumatera Utara. Menurutnya, peluang menjadi tuan rumah akan memberi dampak ekonomi positif bagi daerah karena lokasi Medan strategis dan dekat dengan Singapura serta Malaysia sehingga berpotensi menarik kedatangan suporter internasional. (Tim/ktn)
