Ia menambahkan, semangat kebersamaan dan gotong royong yang terbangun selama Ramadan harus terus dijaga dan menjadi fondasi dalam pembangunan daerah ke depan.
“Kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi oleh seberapa kuat masyarakatnya saling percaya, saling mendukung, dan saling menjaga satu sama lain,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PPSU, Ferry Indra, dalam laporannya menyampaikan bahwa Pekan Ramadan Sumut 2026 yang berlangsung pada 7 hingga 15 Maret melibatkan sekitar 50 pelaku UMKM.
Selama pelaksanaan kegiatan, jumlah pengunjung yang datang ke PRSU diperkirakan mencapai 5.000 orang.
“Melalui kegiatan ini terjadi perputaran ekonomi yang cukup baik. Ini juga mencerminkan semangat kolaborasi serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah yang bersinergi dengan pelaku usaha dan pesantren.
Semangat Ramadan ini harus terus kita jaga dalam kehidupan ke depan,” ujarnya.
Kegiatan penutupan turut diisi tausiah oleh Ucay Batubara serta dihadiri berbagai unsur masyarakat. (Wk/ktn)
