MEDAN – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Sulaiman Harahap berharap pelaksanaan Pekan Ramadan Sumut 2026 menjadi ruang kolaborasi yang inklusif. Kegiatan tersebut dinilai menghadirkan pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat luas dalam satu semangat yang sama, yakni membangun Sumut yang semakin kuat dan harmonis.
Harapan tersebut disampaikan Sulaiman saat menghadiri rapat Kolaborasi Pekan Ramadan Sumut 2026 di Ruang Rapat I Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa (3/3/2026).
Dalam rapat itu, Sulaiman menekankan sejumlah pesan penting kepada peserta. Pertama, koordinasi harus dilakukan secara detail dan terukur, mulai dari perencanaan teknis lokasi, pengamanan, rekayasa lalu lintas, kesiapan fasilitas umum, kebersihan, layanan kesehatan, hingga publikasi dan komunikasi kepada masyarakat.
Kedua, sinergi antarperangkat daerah dan instansi harus diperkuat. Setiap pihak memiliki peran strategis sesuai tugas pokok dan fungsinya. “Tidak boleh ada yang berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi harus nyata dalam perencanaan maupun pelaksanaan,” ucapnya.
Selain itu, ia menegaskan pelaksanaan kegiatan harus memberikan dampak yang jelas, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun penguatan nilai-nilai kebersamaan. Aspek keamanan dan ketertiban juga menjadi perhatian utama.
Menurutnya, Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk menggerakkan ekonomi rakyat, khususnya pelaku UMKM, sekaligus membangun optimisme masyarakat. “Mari kita jadikan kolaborasi Pekan Ramadan Sumut 2026 sebagai contoh praktik kolaborasi pemerintah yang solid dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” katanya.
