Upaya tersebut mencakup penguatan layanan kesehatan reproduksi, program KB komprehensif, pengarusutamaan gender, serta inklusi sosial guna mewujudkan pertumbuhan penduduk yang seimbang.
“Sinergi provinsi dan kabupaten/kota perlu diperkuat melalui integrasi dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah, penguatan perangkat daerah keluarga berencana, optimalisasi peran desa, serta dukungan infrastruktur dan rantai pasok dalam pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG), khususnya di wilayah daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar),” katanya.
Diketahui, program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Upaya ini dilakukan melalui percepatan penurunan stunting dan penguatan ketahanan keluarga, yang didukung lima inisiatif strategis (Quick Wins), yakni GENTING, TAMASYA, GATI, SIDAYA, serta Super Apps Keluarga Indonesia berbasis kecerdasan buatan untuk layanan keluarga. (Red/ktn)
