Tidak menutup kemungkinan ke depan bisa menimbulkan korban jiwa jika tetap tinggal di pinggir sungai,” kata Wakil Wali Kota Medan.
Zakiyuddin Harahap menegaskan, kegiatan pembersihan sungai ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto kepada seluruh Kepala Daerah, Forkopimda, serta jajaran pemerintah untuk melaksanakan gerakan bersih-bersih lingkungan, dimulai dari rumah dan kantor masing-masing.
Ditambahkan Zakiyuddin Harahap, pembersihan lingkungan sebenarnya sudah menjadi kewajiban rutin yang selama ini dilakukan oleh petugas kecamatan dan P3SU. Namun, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat dan menegaskan kembali komitmen seluruh elemen, termasuk aparatur sipil negara (ASN), dalam menjaga kebersihan.
“Tugas kita sekarang adalah mempertegas dan mengajak semua pihak, minimal ASN, untuk mulai membiasakan hidup bersih,” ucap Zakiyuddin.
Dalam kesempatan tersebut, Zakiyuddin juga meminta Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) untuk segera melakukan normalisasi Sungai Deli. Ia menyebutkan, selama sekitar 20 tahun terakhir belum dilakukan normalisasi sehingga sungai semakin dangkal dan menyempit.
“Kita akan berjuang tahun ini agar normalisasi sungai, pendangkalan, dan pelebaran bisa dimulai. Kalau tidak, Medan akan terus menghadapi banjir seperti dua tahun terakhir,” jelas Zakiyuddin.
Pemko Medan, lanjut Zakiyuddin, akan terus berkoordinasi dengan BWSS dan pemerintah pusat terkait rencana normalisasi tersebut. Selain itu, Pemko juga berharap adanya pembangunan rumah susun sebagai solusi tempat tinggal bagi warga yang saat ini bermukim di bantaran sungai.
