Musa Idishah Ikut Berbuka Bersama, Yuslin Siregar Perkenalkan Donatur Utama Ramadan Masjid Agung Medan

Bagikan :

Tengku Dzulmi Eldin, dan H. Aldi Subartono. Sementara itu, keluarga almarhum H. Raja Inal Siregar juga memberikan dukungan berupa donasi air mineral dalam jumlah signifikan bagi jamaah berbuka.

Pada kesempatan tersebut, doa yang dipimpin Imam Ustadz Dr (C) Syu’aib Daulay turut memanjatkan harapan agar almarhum H. Anif—yang dikenal sebagai salah satu dermawan besar dalam pembangunan Masjid Agung Medan—ditempatkan oleh Allah SWT di sisi-Nya dengan sebaik-baiknya.

Saat ditemui wartawan, Musa Idishah mengaku terharu atas sambutan jamaah. Ia merasa bersyukur dan berbesar hati, terlebih ketika mengetahui bahwa sejak awal Ramadan nama dirinya dan almarhum ayahandanya kerap disebut dalam doa para imam dan jamaah di Masjid Agung Medan.

“Saya sangat terharu. Terima kasih kepada jamaah yang telah mendoakan ayahanda kami. Semoga semua ini menjadi kebaikan bagi beliau di sisi Allah SWT,” ujarnya.

Di hadapan jamaah, Yuslin Siregar kembali menegaskan komitmen kenaziran untuk terus menyelenggarakan kegiatan berbuka puasa bersama hingga akhir Ramadan.

Ia juga mengingatkan bahwa Masjid Agung Medan akan melaksanakan iktikaf pada malam-malam ganjil sepuluh hari terakhir Ramadan, yakni malam ke-21, 23, 25, dan 27, dengan penyediaan nasi bungkus untuk makan sahur bagi para jamaah.

Menjelang azan Magrib, suasana masjid kembali hening. Ribuan jamaah bersiap berbuka dalam kebersamaan yang terasa semakin hangat—sebuah momen yang memperlihatkan bagaimana Ramadan di Masjid Agung Medan tidak hanya menghadirkan ibadah, tetapi juga mempererat ukhuwah dan semangat berbagi di tengah masyarakat.

Bagikan :