Kapolda Sumut : Kapolrestabes Medan Tak Terbukti Terima Suap dari Istri Bandar Narkoba

Kapolda Sumut, IRJEN (Pol) Drs RZ Panca Putra Simanjuntak MSi
Bagikan :

MEDAN – Kliktodaynews.com|| Hasil pendalaman tim gabungan Propam Polda Sumut dan Mabes Polri, Kapolrestabes Medan tidak terbukti. Riko dinyatakan sama sekali tidak terbukti atas tuduhan penerimaan suap dari bandar narkoba.

Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol RZ Panca Putra mengatakan hasil pendalaman yang dilakukan tim gabungan Propam Polda Sumut dan Mabes Polri tidak terbukti memerintahkan penggunaan sisa uang Rp160 juta dari istri bandar narkoba seperti yang dituduhkan Ricardo Siahaan pada sidang pengadilan tgl 11 Jan 2022 lalu.

“Tim gabungan sudah memeriksa 12 orang saksi. Salah satunya pengacara Ricardo Siahaan,” kata Panca, Jumat (21/1/2022).

Panca juga mengungkapkan dari hasil pemeriksaan,  Kapolrestabes juga tidak tahu adanya penggelapan uang Rp600 juta yang dilakukan oleh Ricardo Siahaan, dan tidak tahu ada penerimaan Rp300 juta untuk membebaskan Imayanti, istri bandar narkoba.

“Tim membenarkan bahwa Kapolrestabes memerintahkan Kasat Narkoba Kompol Oloan Siahaan membeli sepeda motor sebagai hadiah kepada anggota Koramil yang berhasil mengungkap ganja, dengan harga Rp13 juta. Namun Rp7 juta sudah dibayar oleh Kapolrestabes, sedangkan sisanya Rp6 juta dibayar oleh Kompol Oloan Siahaan,”ungkapnya.

“Hal ini mestinya tidak boleh terjadi karena sebagai atasan dia tidak boleh membebankan sisa pembayan tersebut kepada bawahannya. Hal ini sesuai Pasal 7 ayat (2) point (a) Perkap No. 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri. Karena itu kita tidak boleh mendzolimi seseorang dengan mengatakan dia tahu tapi kenyataannya tidak tahu,” papar Panca.

Dengan fakta di atas, Panca akhirnya menarik Kapolrestabes ke Polda Sumut. Dia diduga melakukan pelanggaran penyalahgunaan wewenang di bidang pengawasan yang dilakukan seorang atasan.

“Jadi Kapolrestabes kita tarik ke Polda dalam rangka pemeriksaan, bukan karena yang bersangkutan menerima suap atau memerintahkan penggunaan sisa uang 160 juta, tapi sebagai atasan tidak menjalankan perannya dengan baik,” ungkapnya. (sindonews/KTN)

 

 

 

 

 

Bagikan :