Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU Lakukan Edukasi Kreatif Kepada Paud di Masa Pandemi Covid-19

Bagikan :

Medan – Kliktodaynews.com Kegiatan praktikum 1 yang di supervisorin oleh bapak Drs. Bengkel, M.Si dan mahasiswi praktikan Nur Safitri prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU terhitung dari bulan September 2020 hingga Desember 2020 yang berlokasi di PAUD harapan Bangsa Gemilang Jl. Syah Bandar No.23, A U R, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara 20212

Siswa sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan golongan yang rentan terkena Covid-19 hal ini disebabkan mereka belum memahami mengenai virus Covid-19 ini, dan juga sistem kekebalan tubuh yang dimiliki terbilang masih lemah. Oleh karenanya penting sekali melaksanakan sosialisasi dan edukasi bagi siswa PAUD sebagai langkah pencegahan dan penanggulangan Covid-19 yang sedang mewabah saat ini.

Berdasarkan hasil assesment wawancara pak Syafri Tanjung, selaku pendiri paud harapan bangsa gemilang. Siswa paud harapan bangsa gemilang tahun ini terdiri dari 20 orang anak yang diajarkan oleh 3 orang guru. Pada masa pandemi, pengajaran dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan sebelum masuk kelas, pengecekan suhu tubuh.

Atas dasar hasil Asssment tersebut Nur Safitri Mahasiswi Praktikum IKS – Universitas Sumatera Utara melakukan perencanaan gerakan baru yaitu dengan tema edukasi kreatif kepada anak usia dini tentang pentingnya melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19 dengan belajar yang asyik dan menyenangkan menggunakan media menggambar, mewarnai kemudian mempraktikkannya agar pesan yang disampaikan tersampaikan dengan baik.

Paud Harapan Bangsa Gemilang dijadikan tempat kegiatan edukasi karena siswa PAUD merupakan anak-anak kampung Aur Kecamatan Medan Maimun yang bermukim di bantaran sungai yang rentan menimbulkan gangguan kesehatan dan perlu perhatian khusus terkait dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat sejak dini. Dengan melakukan inovasi pengajaran yang asik dan menyenangkan tetapi pesan yang disampaikan tersampaikan oleh mereka.

Baca Juga :  Kerusuhan Di Madina, 18 Dalang Kerusuhan Diringkus, Teryata Ini Motifnya


Metode yang dipergunakan dalam pengajaran yaitu FGD (Focus Group Discussion) dengan cara membagi anak-anak paud dalam berbagai kelompok kemudian menyediakan mereka dengan media gambar yang terdiri dari gambar-gambar kegiatan hidup bersih seperti mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, membersihkan perkarangan rumah, mandi, menggosok gigi dan lain-lain. kemudian anak-anak paud mewarnai gambar tersebut. Setelah selesai mereka diminta untuk menjelaskan apa yang mereka ketahui tentang gambar tersebut.

*Inovasi Pengajaran dan pengembangan keterampilan 4C (Critical Thinking, Creativity, Communication, Collaboration)*

Dalam memberikan pengajaran perlu adanya inovasi dan kreativitas. Dihari selanjutnya memberikan pengajaran kepada mereka praktik langsung belajar membuat celengan dari kaleng bekas susu. Hal ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada mereka untuk bisa memanfaatkan barang bekas menjadi barang yang ekonomis serta mengajarkan kepada mereka untuk menabung sejak usia dini.

Dalam melakukan pengajaran, mereka dibekali melalui teori motivasi. Karena dasarnya anak-anak bertindak untuk mencapai tujuannya karena mereka termotivasi yakni atas dasar pengaruh dari orang lain.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif seperti menjadikan anak Paud lebih inovatif dalam memanfaatkan barang bekas menjadi barang bernilai ekonomis dan mulai memahami pola hidup sehat.

Selain kegiatan belajar mengajar untuk Paud, Nur Safitri juga terlibat dalam kegiatan pengabdian dosen FISIP yaitu edukasi PHBS untuk masyarakat Kampung Aur yang dihadiri oleh Alumni Fakultas Kedokteran sebagai narasumber. Kemudian membantu belajar daring untuk anak-anak Kampung Aur

Tepat pada hari Jumat (04/12/2020), Kampung Aur merupakan salah satu kelurahan yang terdampak parah akibat banjir yang terjadi di Kota Medan. Nur Safitri dkk melakukan inisiatif untuk melakukan penyaluran donasi kepada masyarakat sekitar Kampung Aur dengan dibantu oleh Komunitas Pemuda Pengamat Sumut dengan melakukan galang donasi baik online maupun turun ke jalan. Penyaluran donasi berupa ATK, perlengkapan ibadah seperti Al-Qur’an, juz amma, iqro’, baju layak pakai, susu, perlengkapan mandi, dll. Kegiatan ini diharapkan mampu meringankan beban para korban banjir.
Baca Juga :  Ancam Korban Dengan Gunting, Pelaku Perampas HP Ditembak Tekab Polsek Medan


Banjir bandang tersebut juga menyisakan duka bagi masyarakat sekitar khususnya anak-anak kelurahan Kampung Aur. Mahasisiwi praktikum ini mengajak jalan-jalan ke taman beringin untuk penyembuhan traumatic mereka serta bermain games.Tepat pada senin (28/12) anak-anak juga diajak study tour sebagai tahap akhir terminasi.

Pada dasarnya anak-anak mengalami perkembangan fisik dan psikis yakni perkembangan sel-sel otak serta organ tubuh hingga perkembangan motoric anak. Duka yang mereka alami pasca banjir bisa saja mempengaruhi perkembangan mereka.

Nur Safitri menuturkan, study tour ini diharapkan tidak hanya dapat menghilangkan kesedihan anak-anak tetapi dapat menumbuhkan rasa kepedulian dan kecintaan anak terhadap satwa yang dilindungi dengan berwisata sambal belajar. Tuturnya di sela kegiatan study tour.

Bapak Syafri Tanjung selaku pendiri Paud Harapan Bangsa Gemilang mengucapkan terimakasih atas keterlibatan mahasiswi praktikan Nur Safitri dan mendukung segala pengajaran kreatif yang diberikan kepada anak Paud. Pengajaran edukasi kreatif ini memberikan kesempatan untuk anak paud dapat mengeksplorasi pemahaman dan kemampuan mereka melalui praktik yang asik dan menyenangkan.

Beliau berharap walaupun kegiatan praktikum sudah berakhir, diharapkan pihak PAUD Harapan Bangsa Gemilang dengan USU tetap terjalin kerjasama yang baik.( DNM/KTN )

Bagikan :