Untuk itu, pada tahun 2027 kita fokus pada 4 (empat) arah kebijakan pembangunan utama, yaitu Penguatan SDM Unggul, *Peningkatan Konektivitas Wilayah, Penguatan Ekonomi Lokal Berbasi Potensi Daerah, dan Pembangungan yang Inklusif dan Berkelanjutan.*
Jelasnya lagi, Jika arah kebijakan ini kita jalankan secara konsisten, maka wajah Sumatera Utara pada tahun 2027 adalah masyarakat yang mendapatkan layanan pendidikan dan kesehatan yang lebih baik, para petani dan pelaku usaha yang memperoleh peningkatan pendapatan, serta wilayah yang semakin terhubung, aman, dan produktif.
“Melalui forum Musrenbang ini, saya mengajak seluruh peserta untuk memberikan masukan yang konstruktif, berbasis data, serta benar-benar berpihak pada kebutuhan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota menjadi kunci agar seluruh program pembangunan dapat selaras, saling menguatkan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Sumatera Utara,” tutupnya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Samosir Sarhockel Martopolo Tamba dalam sambutannya juga menekankan pentingnya konektivitas antar wilayah, termasuk perbaikan jalan nasional dan jalan provinsi yang dianggap dapat membantu pengembangan ekonomi satu daerah.
Dalam forum tersebut, Sarhockel juga mengajak seluruh stakeholder untuk lebih jauh membahas soal lingkungan hidup, drainase dan kualitas air Danau Toba, sejalan dengan pembangunan Kabupaten Samosir yang berkelanjutan.
“Kami DPRD Samosir mendukung penuh program-program yang dirancang oleh pemerintah, yang merupakan bentuk sinergi dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, demi pembangunan Kabupaten Samosir yang kita cintai ini,” pungkasnya.
