Sejalan dengan pembangunan SDM, Vandiko juga mendorong penguatan ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan, melalui peningkatan produktivitas, pengembangan ekonomi lokal, pemberdayaan UMKM, serta perluasan kesempatan kerja, dengan ekonomi yang kuat, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemandiriannya secara nyata.
Di sisi lain, prinsip inklusi sosial menjadi perhatian penting dalam pembangunan daerah agar seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan dan kurang beruntung, memperoleh akses yang adil terhadap pelayanan publik, kesempatan ekonomi dan manfaat pembangunan.
“Pembangunan tidak boleh meninggalkan siapa pun, melainkan harus menjangkau seluruh warga secara merata dan berkeadilan,” tegas Vandiko.
Lebih lanjut Bupati menjelaskan bahwa seluruh fokus pembangunan tersebut akan dijabarkan ke dalam *11 program dan 45 kegiatan hasil terbaik cepat (KHTC)* sebagai upaya percepatan pembangunan daerah.
Gubernur Sumatera Utara yang diwakili Perencana Ahli Utama Ir. M. A Effendi Pohan dalam arahannya menjelaskan bahwa Visi besar pembangunan Sumatera Utara yang kita usung adalah *“Kolaborasi Sumut Berkah Menuju Sumatera Utara Unggul, Maju dan Berkelanjutan.”*
Visi ini bukan sekadar slogan, tetapi menjadi arah kerja bersama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, akademisi, dan seluruh masyarakat.
“Pembangunan yang kita rancang harus berangkat dari kebutuhan dasar masyarakat, karena keberhasilan pembangunan pada akhirnya diukur dari peningkatan kualitas hidup masyarakat, terbukanya kesempatan kerja, serta ketahanan wilayah yang semakin kuat,” jelasnya.
