“Data sementara Operasi Keselamatan Toba 2026 menunjukkan tren yang sangat positif. Penurunan angka kecelakaan dan korban merupakan indikator bahwa upaya preemtif, preventif, serta penegakan hukum yang kami lakukan berjalan efektif. Peningkatan penindakan melalui ETLE juga mencerminkan komitmen Polri dalam menghadirkan penegakan hukum yang modern dan berkeadilan,” ujar Kombes Pol Ferry Walintukan, Rabu (5/2/2026).
Ia menambahkan, Polda Sumut akan terus mengedepankan pendekatan humanis dalam operasi ini, dengan mengutamakan edukasi dan imbauan kepada pengguna jalan agar disiplin berlalu lintas tidak hanya saat operasi berlangsung, tetapi menjadi budaya sehari-hari.
“Tujuan utama Operasi Keselamatan Toba bukan semata-mata penindakan, tetapi membangun kesadaran kolektif masyarakat agar keselamatan menjadi kebutuhan bersama. Harapannya, kondisi lalu lintas yang aman dan tertib dapat terus terjaga,” pungkasnya.
Operasi Keselamatan Toba 2026 masih akan terus berlangsung hingga 15 Februari 2026, dengan fokus pada pencegahan kecelakaan, penegakan hukum yang profesional, serta peningkatan kualitas keselamatan berlalu lintas di seluruh wilayah Sumatera Utara.
