Kopi Indonesia dan Maga Coffee Education

Leader Maga Coffee Education Arif Dermawan Rangkuty
Bagikan :

Sumatera Utara-Kliktodaynews.com Ada 2 (dua) macam jenis kopi umumnya di indonesia diantaranya adalah Arabica yang tumbuh subur pada dataran tinggi dengan ketinggian 800-1200 MDPL dengan tingkat kedinginan cuaca 15-24 Derajat Celcius. umumnya rentan terhadap hama, kaya rasa dan mengandung Fruty(asam buah).

Kemudian Robusta yang tumbuh subur pada dataran rendah 250-800 MDPL dengan tingkat kedinginan cuaca 24-30 Derajat Celcius tahan terhadap hama kaya rasa dan mengandung Nutty(rasa kacangan).

Dinegara maju, umumnya rakyatnya pengopi seperti Amerika(USA), Finlandia, Jerman. Negara Brajil pada umumnya masyarakat disana jika tidak memiliki mesin seduh jenis espresso dianggap miskin, dikarenakan kopi menjadi kebutuhan sehari-hari bagi mereka.

Menurut beberapa pakar, Cafein Kopi memiliki Aktidioksidan tinggi selain itu asam kopi mampu mengikat gula darah dalam tubuh kita.

Jaman belanda 1820 kopi sumatera disebut kopi Mandailing (Sidikalang, Lintong, Simalungun, Samosir, Tapsel dll), yang transitnya melalui Barus kemudian Kopi Takengon 1924 sudah di eksport ke Thailand.

Indonesia adalah penghasil kopi nomor 4 (empat) didunia dan memiliki kopi terbaik didunia yaitu kopi mandailing.

Baca Juga :  Tukang Petik Motor Di “Garuk” Polisi, Kunci T dan Septor Berhasil Diamankan


Namun, kurangnya pemahaman petani kopi tentang proses kopi menyebabkan indonesia hanya menjual biji kering(green been) kepada pengeskport. padahal, jika petani memiliki tingkat pemahaman yang baik, maka kesejahteraan petani kopi indonesia otomatis meningkat.

Walaupun, saat ini tingkat kesadaran kopi tersebut mulai meningkat sehingga banyak petani mulai menjual hasilnya pada level rose been(biji sudah di gongseng) dengan tahapan paskah panen Wine, Semi Wash, Full Wash, Natural dan Lainnya. sehingga harga otomatis meningkat.

Leader Maga Coffee Education Arif Dermawan Rangkuti pada acara pelatihan Basic Barista Class Batch V di Maga Coffee Education Komplek Perumahan Villa Gading Mas Mariendal Medan, Minggu 27 September 2020 menjelaskan, “benar dulunya kita tidak pernah diberi pemahaman sebenarnya seperti apa proses kopi itu sendiri. kita hanya mengetahui bahwa kopi menjadi salah satu bahan dasar amunisi persenjataan. sehingga petani indonesia hanya tahu menanam dan menjual dengan harga yang sangat rendah sekali. sejak beberapa tahun terakhir pemahaman kopi mulai meningkat dan pasar melonjak tinggi dengan ragam jenis kopi”.
Baca Juga :  Siaga dan Peduli, Polres Simalungun Terus Upayakan Mitigasi Covid-19
Arif Kurniawan salah satu mentor Barista Class mengatakan pelatihan Barista diadakan tidak lain untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kopi sehingga, rakyat menegetahui bagaimana meminum kopi sebenarnya dan jenis apa yang baik untuk kesehatan.

“selama ini mindset kita telah dirusak dengan Kopi rasa pahit, kopi menyebabkan asam lambung. ternyata hal ini mindset yang salah, melainkan kopi yang kita konsumsi itu tidak yang sebenarnya. meminum kopi yang baik itu adalah tidak menggunakan gula. sehingga dapat dirasakan berbagai macam rasa pada kopi tersebut”.

Pelatihan Basic Barista Class BATCH V diadakan 25-27 September 2020 dengan class protokol kesehatan hanya 10 orang setiap bulannya. di Maga Coffee Shop Komplek Villa Gading Mas Mariendal Kota Medan.

Dengan peserta dari berbagai daerah Simalugun, Medan, Balige dan Aceh, Class ini biasa dibuka setiap bulannya.(DJC/KTN)

Bagikan :