Rencana Penggantian Lambang Batu Bara Menuai Protes Masyarakat, Asisten I Diam Seribu Bahasa

Bagikan :

BATU BARA – Kliktodaynews.com|| Rencana Pemkab Batu Bara yang hendak melakukan penggantian lambang (logo) Pemkab menuai protes elemen masyarakat di kabupaten yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Batu Bara ini.

Berbagai elemen masyarakat, politisi dan Ketua Umum Gemkara serta Wappress Batu Bara menyatakan penolakan atas program Bupati Batu Bara Zahir untuk mengganti lambang Pemkab Batu Bara.

Melalui aksi keprihatinan dengan membentangkan spanduk di depan gedung DPRD Batu Bara, Rabu (12/1/2022) dengan tegas komunitas wartawan Warung Appresiasi Press (Wappress) menyatakan penolakannya.

Usai membentangkan spanduk, Wappress melanjutkan perjalanan ke kantor Bupati untuk menemui Asisten 1 Setdakab Batu Bara Rusian Heri, S.sos. M.Ap yang merupakan Ketua Panitia Sayembara Lambang Daerah.

Setiba di depan ruang Asisten 1, Wappress menyerahkan spanduk penolakan penggantian lambang daerah dalam bentuk terlipat kepada Rusian Heri.

“Kami dari Wappress menyerahkan spanduk ini sebagai bentuk keprihatinan sekaligus penolakan penggantian lambang daerah “, ujar Zainuddin mewakili rekan-rekan media di Wappress.

Ketika dicecar seputar alasan dan maksud penggantian lambang daerah, Rusian Heri berkilah sayembara tersebut bukan untuk merubah lambang daerah namun untuk menyempurnakan.

Baca Juga :  Khairul Anwar Tewas Tertabrak Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang Pintu

“Bukan untuk mengganti lambang daerah namun demi penyempurnaan karena kita menemukan ada 3 versi lambang Pemkab Batu Bara”, kilahnya sembari menunjukkan 3 lambang daerah yang memiliki perbedaan.

Namun ketika disoal kenapa harus melalui sayembara untuk menyatukan lambang daerah dengan mengacu pada Perda No. 55 Tahun 2009, Rusian Heri hanya terdiam.

“Kenapa tidak ditetetapkan saja penggunaan lambang daerah yang sah dan satu-satunya sesuai dengan lambang yang tercatum di Perda Nomor 55 Tahun 2009?”, tanya wartawan.

Namun meski pertanyaan sama diajukan hingga dua kali tetap saja mantan Inspektur Batu Bara itu diam seribu bahasa. (STAF07/KTN)

Bagikan :