Pelayanan RSUD Batu Bara Kembali Disorot, Pasien Anak 9 Tahun Diduga Terabaikan Dua Hari Tanpa Dokter

Bagikan :

Situasi ini memicu kritik tajam dari masyarakat terkait disiplin jam kerja tenaga medis berstatus PNS.

“Kalau PNS di kantor pemerintahan punya aturan jam kerja yang jelas, kenapa dokter PNS bisa masuk sesuka hati?” ujar Yadi.
RSUD H. OK Arya Zulkarnain sendiri bukan kali pertama disorot akibat dugaan pelayanan lamban dan ketidakpastian kehadiran dokter. Kondisi ini dinilai ironis, mengingat Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian kerap menggaungkan slogan pelayanan prima di berbagai sektor pemerintahan.

“Kami menduga slogan pelayanan prima hanya sebatas pencitraan. Fakta di lapangan sangat bertolak belakang,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat pun mendesak Bupati Batu Bara serta Ketua Komisi DPRD Kabupaten Batu Bara untuk segera memanggil Direktur RSUD guna meminta klarifikasi dan menjatuhkan sanksi tegas bila ditemukan pelanggaran.

“Jangan hanya janji manis saat pemilu. Kami butuh kerja nyata, bukan slogan kosong,” tegas Yadi.
(Red)

 

Bagikan :