Warga tampak saling bersalaman, berbincang, serta membantu satu sama lain dalam membawa paket bantuan. Salah satu penerima bantuan, Siti Aminah (52), mengaku bersyukur atas kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini membuat kami semakin dekat dan saling membantu. Inilah bentuk persatuan yang sesungguhnya,” ungkapnya.
Penasihat hukum Taufik Tanjung, S.H., M.H., menjelaskan bahwa seluruh pengelola dan karyawan Pantai Bali berasal dari masyarakat sekitar. Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan sosial ini akan dijadikan agenda rutin pada momen hari besar, dengan harapan dapat membantu mengurangi angka pengangguran.
Sementara itu, Juhendro Silitonga, S.H., M.H., dari tim kuasa hukum menyampaikan bahwa pengelola telah menetapkan kebijakan untuk menyisihkan sebagian hasil pengelolaan pantai guna mendukung kegiatan sosial secara berkelanjutan. Sebelumnya, pengelola juga telah menyalurkan bantuan kepada korban banjir bandang di Aceh.
Sebelum pembagian dimulai, seluruh peserta mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh M. Alipia. Ia menekankan bahwa membantu sesama merupakan bentuk ibadah yang dianjurkan oleh semua agama.
Di akhir acara, para peserta melakukan sesi foto bersama. Pengelola Pantai Bali juga merencanakan pembentukan kelompok kerja ekonomi masyarakat guna meningkatkan pendapatan warga secara berkelanjutan.
“Bantuan sembako ini bersifat jangka pendek. Ke depan, kita harus mengembangkan potensi ekonomi masyarakat agar tercipta kemandirian dan kesejahteraan,” tutup Alipia. (Ar/ktn)
