Lebih Separuh Absen, Paripurna DPRD Batal Tetapkan P-APBD Batubara Tahun 2019

Bagikan :

Batubara-Kliktodaynews.com IPK: “Hati-hati, Anggota DPRD Batubara Bisa Dituduh Dalang Utama Penghambat Pembangunan”

Beragam anggapan negatif kian bertumbuh dikalangan masyarakat kab. Batu Bara, bukan tanpa sebab. Pasalnya beberapa elemen masyarakat pun merasa geram atas ulah sebagian besar anggota DPRD Batu Bara yang sepertinya memang sengaja dan terkesan membuat skenario untuk tidak hadiri Rapat Paripurna Pengesahan P-APBD Batubara pada tahun anggaran 2019, Kamis (22/8/2019) kemarin.

Entah apa sebabnya, absen massal yang dilakukan sebagian besar anggota DPRD Batu Bara tersebut, jelas menyisakan tanda tanya besar. Hingga akibat itu langsung menimbulkan reaksi keras baik dari DPD Ikatan Pemuda Karya kab. Batubara maupun Lembaga Elemen Masayarakat Batubara (LEM-BB) serta beberapa kelompok organisasi massa lainnya.

“Ada apa dengan anggota DPRD Kab Batubara, mengapa secara serentak, kompak dan massal seperti sengaja tak mau hadiri rapat Paripurna Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (P-APBD) kab. Batubara tahun 2019. Hingga menyebabkan tertundanya pengesahan P-APBD 2019, yang seharusnya terjadwal pada tanggal 22 Agustus 2019”, pungkas Zulham Efendy selaku Ketua DPD IPK Batubara.

“Untuk itu, kami mohon agar sikap anggota DPRD Batubara yang telah sengaja atau tidak sengaja memilih absen pada rapat Paripurna P-APBD 2019, agar diklarifikasi oleh anggota Dewan yang bersangkutan. Kalau nantinya tidak mau disebut sebagai bagian dari pihak yang telah sengaja ingin menghambat pembangunan, kalau memang memang sengaja jadi penghambat, kami IPK Batubara siap jadi garda terdepan yang akan melakukan perlawanan dari upaya jahat itu dan segera mengusut siapa-siapa saja mereka para Anggota DPRD yang absen”, tegasnya.

Baca Juga :  Kapolres Batu Bara & Pejabat Utama Bagikan Taqzil Kepada Masyarakat


Sementara itu hal senada juga disampaikan Koordinator LEM BB Mhd A Sahuri Nainggolan yang mengattakan, “anggota Dewan Batu Bara juga manusia pasti ada kesalahan, jika bermanuver rakyat akan bergerak. P-APBD Kab. Batubara gagal di tetapkan oleh DPRD Kab Batu bara dikarenakan ketidak hadiran sebagian besar anggota DRPD tersebut”, ucapnya.

“Sekedar mengigatkan kepada DPRD yang terhormat, keterlambatan akan berdampak pada pembangunan dan penyerapan anggaran. Sebelumnya juga di anggaran di P-APBD tahun 2018 saat Bupati Harri Nugroho, juga terjadi menuver oleh para Dewan yg berdampak pada banyyaknya kegagalan realisasi anggaran antara lain pemilihan kepala desa”, ungkapnya.

“Jadi akibat keterlambatan pengesahaan anggaran itu, yang dirugikan masyarakat Batubara. Kilas balik saat di zaman Bupati OK Arya Zulkarnain, para anggota dewan ini terkesan manut-manut tanpa ada bantahan walau pun banyak permasalahan yang tersisa. Kita hanya sekedar mengingatkan, kita juga sebagai masyarakat bisa melakukan menuver jika para anggota dewan kab. Batu Bara ini tidak mengutamakan kepentingan rakyat”, katanya memberi sinyal perlawanan atas sikap para anggota DPRD tersebut.

Siang Paripurna APBD- P Batubara 2019 Tak di Ketok

Hampir separuh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Batubara terkesan sepertinya tampak sengaja tidak hadir dalam rapat paripurna dengan agenda pandangan akhir Fraksi terkait APBD Perubahan Tahun Anggaran 2019.

Baca Juga :  Viral..Kades Permit Melawan Aturan Permendagri, Indonesia Melawan Wabah Covid-19


Sedang rapat Paripurna yang semula diagendakan, berlangsung pada hari Kamis tanggal 22 Agustus 2019 kemarin. Namun terpaksa harus molor atau tidak bisa disahkan sebab anggota sidang (DPRD Batubara -red) yang hadir tidak memenuhi quorum. Hingga sidang berlangsung pun akan diundur dan kembali dilaksanakan pada 27 Agustus 2019 (minggu depan)

Selanjutnya berdasarkan informasi yang dihimpun awak media ini dari Sekretariat DPRD Batubara, disebutkan Sekretaris DPRD, Zainuddin. Bahwa dari total 35 orang anggota DPRD, hanya 17 orang saja yang hadir dalam sidang penetapan, sedangkan sebanyak 18 oknum DPRD lainnya, tidak terlihat batang hidungnya dan absen tanpa kabar yang jelas.

“Dalam pengambilan keputusan, berdasarkan aturan yang berlaku harus ada lebih dari setengah atau diasumsikan yaitu sebanyak 23 orang ataupun 24 orang yang hadir. Tapi yang kenyataannya anggota Dewan yang hadir kemarin hanya 17 orang saja,” terang Zainuddin.

Demikian gelar sidang ini pun sempat terpantau oleh beberapa awak media. Sidang ini sendiri terlihat dimulai pada pukul 09:20 WIB, lalu di skors selama dua kali dengan maksud menunggu anggota Dewan lain yang belum terlihat hadir. Akan tetapi sesudah ditunggu hingga pukul 12:00 WIB, bahkan seluruh anggota Dewan Kehormatan DPRD Batubara yang ada, juga tidak lagi menunnjukkan batang hidung mereka.

REPORTER || *Bima IS Pasaribu*

Bagikan :