Kapolres Batu Bara Kunjungi Desa Sei Mataram Perbatasan Asahan Banjir

Kapolres Batu Bara Kunjungi Desa Sei Mataram Perbatasan Asahan Banjir
Kapolres Batu Bara Kunjungi Desa Sei Mataram Perbatasan Asahan Banjir
Bagikan :

Batu Bara – Kliktodaynews Dua minggu terakhir warga Desa Sei Mataram di Kecamatan Nibung Hangus Kabupaten Batu Bara dengan Perbatasan Asahan Tidak Papat Menjalankan Aktivitas Sehari-hari Akibat Banjir yang Mengenangi Pemukiman Warga.

Desa Sei Mataram yang merupakan desa berbatasan langsung dengan Kabupaten Asahan, mayoritas warganya merupakan petani.

Mendapat laporan awak media, Kapolres Batu Bara AKBP Ikhwan Lubis menginstruksikan PJU Polres, Selasa (15/12/2020) melakukan investigasi ke kedua desa yang kurang mendapat perhatian Pemkab Batu Bara.

Waka Polres Batu Bara Kompol Abdul Mutholif didampingi Kabag Sumda Kompol Elfrida Lumban Gaol dan Kasat Bimas AKP M. Safii memaparkan kondisi desa yang mereka kunjungi dari pagi hingga petang.

Desa yang berada di Pesisir Pantai Timur dipisahkan Sungai Asahan yang melintas ditengah kedua desa. Selain itu saluran drainase tidak memadai di kedua desa. Akibatnya banjir gampang menyerang kedua desa.

Terlebih dua minggu terakhir, banjir kiriman melalui Sungai Asahan dan curah hujan tinggi di Kabupaten Batu Bara praktis menggenangi ratusan rumah serta lebih dari 300 hektare lahan pertanian.

Baca Juga :  Pamatwil Poldasu Cek Pos Penyekatan di Batu Bara


Pada kunjungan tersebut yang disertai pemberian sembako dan masker kepada warga terdampak banjir, tim juga mensosialisasikan anjuran Protokol Kesehatan.

“Kami lihat memang daerah tersebut sangat ekstrim. Kami harus menempuh hampir 1 Km dengan berjalan karena tidak dapat dilalui kendaraan akibat terendam air”, ujar Waka Polres.

Saat menelusuri titik banjir, tim harus melintasi titi gantung yang menjadi penghubung kedua desa.

Kondisi tersebut sangat miris karena dapat dipastikan apa bila jembatan titi gantung terputus maka Desa Jati Mulia akan terisolir akibat tidak ada lagi jalan lain menuju desa.

“Saat tiba di kedua desa terlihat ladang dan sawah mereka habis terendam banjir. Warga praktis tidak dapat menjalankan aktifitas”, timpal Kabag Sumda Elfrida Lumban Gaol. (STAF07/KTN)

Bagikan :