Empat Pelaku Pembunuhan Pengawas Galian C Berhasil Diringkus Satpolres Batu Bara Dini Hari

Empat Pelaku Pembunuhan Pengawas Galian C Berhasil Diringkus Satpolres Batu Bara
Empat Pelaku Pembunuhan Pengawas Galian C Berhasil Diringkus Satpolres Batu Bara
Bagikan :

Batubara-Kliktodaynews.com Dini Hari Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Batu Bara berhasil menangkap empat pelaku pembunuh Darwin Sitorus (41), warga Dusun VIII, Desa Kampung Kelapa, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara.

Darwin Sitorus ditemukan tewas mengenaskan disebuah warung dekat tambang pasir galian C, Sungai Sei Dalu-Dalu Dua, Desa Pematang Panjang, Kecamatan Air Putih, Batu Bara, dengan kondisi leher tergorok.

“Kita telah berhasil menangkap 4 pelaku dalam kasus pembunuhan ini.

Walau kemarin ada yang kabur, tapi saat ini sudah berhasil kita tangkap,” kata Kapolres Batu Bara, AKBP, H. Ikhwan Lubis SH, MH yang didampingi Kasat Reskrim AKP Pandu Winata, SH, S.ik, MH dan Kapolsek Indrapura AKP Mitha Natasya, saat siaran pers di halaman Gedung Satreskrim Polres Batu Bara, Senin, (10/2/2020)

Ia mengatakan, ke empat pelaku yang berhasil diamankan diantaranya ; Markus Sudirman Situmorang (31), Guston Gultom (43), Pulo Pranata Sihombing, warga Desa Pematang Panjang, Kecamatan Air Putih, serta Japitar Gultom (22) warga Desa Cinta Damai, Kecamatan Air Putih, Batu Bara.

Baca Juga :  Bakti Sosial Peduli Covid-19, Kapolres Batu Bara Berbagi Sembako Ke Warga Tanjung Tiram


“Pelaku utamanya Markus Situmorang. Dia yang menggorok leher korban.

Sedangkan temannya yang lain ada yang menghasut, memulai perkelahian sampai hanya ikut-ikutan saja,” ujarnya.

Dikatakannya, Polres Batu Bara untuk ke empat pelaku disangkakan Pasal 340 Subs 338, lebih Subs 170 ayat 2 ke 3e jo pasal 55 ayat 1 dari KUHPidana, dengan ancaman hukuman 12 tahun, hukuman mati atau hukuman seumur hidup.

Markus Sudirman Situmorang mengakui, sebelum terjadinya pembunuhan, dirinya dengan korban Darwin Sitorus sempat ribut disalah satu warung tuak. Dimana saat itu ia mengaku disiram tuak dan diancam akan dibunuh dengan menggunakan obeng.

“Sudah beberapa kali aku diancam mau dibunuh. Waktu di warung tuak, aku disiram tuak dan bagian wajahku dilukai dengan menggunakan obeng,” Jelas Markus. (STN/KTN)

Bagikan :