Dugaan Transaksional Seleksi Perekrutan Panwascam di Batu Bara Seret Inisial MS

Ilustrasi gambar
Bagikan :

Batu Bara – Kliktodaynews.com||  Terkuak dugaan transaksional take and give ditubuh Bawaslu menghebohkan ratusan peserta pelamar Panwascam persiapan Pemilu serentak 2024 di Kabupaten Batu Bara. Pasalnya disinyalir hasil ujian tertulis sistem komputer bukan pedoman kelayakan kelulusan untuk diterima menjadi Panwascam, dikutip dari berbagI sumber layak dipercya terendus sebut-sebutan bahwa dalam satu kecamatan diadakan perengkingan 6 besar menuju wawancara.

Nah, dalam wawancara tersebut prahara terjadi yang diketahui nilai tertinggi dikecamatan digugurkan (Hak Veto Panitia) menentukan suka atau tidak suka terjadi akhirnya korban kebijakan tidak beretika dan mitos kinerja tidak baik atau tidak profesional itu mengalahkan akal waras dengan dorongan dugaan permainan transaksional uang “KASI TERIMA” menjadi motif utama.

Selanjutnya meluluskan orang yang disayangi dan tersayang karena disogok sejumlah uang.

Contoh korban adalah inisial B yang diduga mendapat point 66 dan S point 65 gugur sebab Non-fulus di Kecamatan Datuk Tanah Datar sementara AS “poin 47” meluncur naik diduga dekat dengan Oknum petinggi di Bawaslu Kabupaten.

AS juga disinyalir masih aktif petugas PKH dinsos Batu Bara.

Baca Juga :  Bupati Batu Bara Dan Forkopimda Menggelar Rapat Persiapan Penerapan New Normal

Modus lainnya berdalih surat keterangan bebas narkoba diserahkan setelah lulus indikasinya diduga mereka sudah merancang dari awal karena pengumuman pendaftaran dan syarat dikesampingkan (Non Prosedural).

Skenario satu pintu selanjutnya beraksi usai wawancara inisial MS menghubungi para peserta dan mengajak ketemu diduga negosiasi harga satuan terendah dengan nilai disamarkan 7 juta ribu, rupiah transaksi itu diluar Kabupaten Batu Bara.

Salah satu objek sasaran inisial B diarahkan ketemu di Kota Kisaran.

Lalu B menghubungi keluarganya, terjadi percakapan lewat handphone dan sempat terjadi tawar menawar yang berujung gagal total.

MS terindikasi menyelewengkan jabatan sebagai salah satu Staf PHL di Bawaslu.

Insiden percobaan pungli itu mengindikasikan bahwa ditubuh Bawaslu ada dugaaan transaksi uang pelulusan (suap) anggota Panwascam .

Uniknya lagi ada orang tertentu yang diduga berperan seolah-olah memback-up agar publikasi diredam.

Salah satu sumber layak dipercaya yang minta jati dirinya disembunyikan kepada Media ini Sabtu (29/10/2022) menyebut isyarat pertolongan pelulusan bisa dibantu setelah melihat nilai ujian tertulis yakni wawancara.

Baca Juga :  Bupati Batu Bara Undang Pelajar SMP/SMA Peringati Hari Pahlawan

Hal itu menurutnya langsung ditanyakan salah satu oknum di Bawaslu.

Sementara Ketua Pansel Abdillah yang terkonfirmasi mengatakan “tugas kami merengking 6 besar setiap kecamatan lalu kami kirim ke Bawaslu Provinsi.

Terkait adanya dugaan makelar bisa saja tetangganya lulus lalu diaku-akui pertolongannya dan meminta sejumlah uang, kami tidak ada minta uang untuk kelulusan, tepisnya.

Sementara Ketua Bawaslu ASH yang diminta ketemu guna konfirmasi langsung diduga tidak bersedia.

Hal ini agar menjadi perhatian khusus Bawaslu RI dan Provinsi yang seharusnya Lembaga ini bersih dari KKN.

Jika menyakinkan Bawaslu Kabupaten Batu Bara melanggar kode etik dan peraturan perundang-undangan selayaknya Panwascam yang telah dilantik untuk dibatalkan dan meluluskan yang seharusnya renking tertinggi masing-masing di Kecamatannya, serta menangkap oknum MS.

Pemerhati dari berbagai NGO di Batu Bara meminta Bawaslu Provinsi dan Bawaslu RI untuk meneliti Print Out nilai ujian tulis para peserta calon anggota Panwascam, karena menurut mereka runutan kronologinya sangat mencurigakan?. (STAF07/KTN)

Bagikan :