Pj Kades Mengaku Tak Tahu, Warga Desak Audit dan Transparansi Pengelolaan
Batu Bara, KlikTodayNews.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lubuk Cuik Kabupaten Batu Bara terpuruk dalam masalah serius yang menghebohkan warga, setelah ditemukan berbagai pelanggaran dalam pengelolaan aset, dana, dan program usaha pada Jumat (28/02/2026).
Ketua BUMDes Iswayudi (45), beserta Bendahara dan Pj. Kepala Desa MY. Daulay, kini dipertanyakan kredibilitasnya setelah manajemen BUMDes dinilai tidak profesional, kurang transparan, dan penuh konflik.
Sound system karaoke milik BUMDes kini berada di tangan pengusaha pupuk Setempat Alberto (30) sebagai jaminan utang pembelian pupuk, pestisida, dan pinjaman uang tunai. “Kami terima sebagai jaminan karena belum ada kejelasan pelunasan,” ujar Alberto tegas pada Senin (17/02/2026) kepada wartawan.
Namun Ketua BUMDes Iswayudi menyampaikan versi berbeda: “Sound tersebut untuk hiburan malam Tahun Baru di rumah Alberto, dan diambil oleh suruhannya yang menyatakan bendahara ada di sana.”
Padahal Peraturan Menteri Desa Nomor 4 Tahun 2015 Pasal 57 Ayat (1) mewajibkan persetujuan musyawarah desa untuk setiap perpindahan aset ke pihak ketiga. Pj. Kades MY. Daulay yang baru menjabat 1 tahun mengaku tak tahu hal ini: “Saya baru tahu dari rapat Februari 2025 dan tidak pernah menerima laporan resmi dari BUMDes.”
Tak hanya masalah aset, program tanam cabai yang digarap dengan anggaran besar justru menghasilkan kerugian parah dan meninggalkan tunggakan utang Rp42,668 juta.
