“Bank Sumut memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat Kabupaten Asahan,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menegaskan komitmen seluruh pemegang saham untuk mendorong Bank Sumut naik kelas ke kategori KBMI 2. Menurutnya, langkah ini penting agar Bank Sumut semakin kuat, sehat, dan mampu bersaing menghadapi tantangan industri perbankan ke depan.
Ia menjelaskan bahwa saat ini modal inti Bank Sumut telah mencapai sekitar Rp5,2 triliun dan masih membutuhkan tambahan sekitar Rp800 miliar untuk dapat masuk ke kategori KBMI 2. Untuk itu, para pemegang saham telah menyepakati penyetoran kembali sebagian dividen tahun buku 2025 sebagai tambahan modal pada tahun 2026.
Selain itu, Gubernur juga mendorong Bank Sumut untuk terus melakukan inovasi serta memperluas produk layanan perbankan, sehingga tidak hanya bergantung pada sektor APBD dan ASN, tetapi juga mampu menjangkau masyarakat luas serta dunia usaha.
Adapun rangkaian kegiatan meliputi registrasi peserta, pembukaan, pelaksanaan RUPS Tahunan Buku 2025, arahan dan sambutan Gubernur Sumatera Utara, serta pembahasan agenda RUPS.
Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan aman, serta berakhir pada pukul 17.30 WIB.
