Namun dalam pelaksanaannya terdapat sejumlah kendala, di antaranya mencari luas lahan yang sesuai kriteria, perlunya pematangan lahan untuk titik yang baru masuk portal pemetaan, kebutuhan waktu untuk proses cut and fill, serta perizinan pemakaian lahan.
Sebagai upaya mengatasi kendala tersebut, Dandim menyampaikan pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Asahan, camat, kepala desa/lurah, serta bersama masyarakat bergotong royong untuk melakukan pematangan lahan.
“Kami berharap dukungan dari seluruh stakeholder dalam menjalankan program ini, termasuk pembangunan KDKMP dan jembatan demi kesejahteraan masyarakat Asahan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Asahan menyampaikan kesepakatannya terhadap nama dan lambang satuan yang telah diajukan karena dinilai memiliki makna tersendiri bagi Kabupaten Asahan. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Asahan, kami sangat mengapresiasi program yang dilakukan Dandim 0208/Asahan, terutama terkait pembentukan Yonif TP-954 ‘Naga Berkisar’ di Asahan,” kata Bupati.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Asahan sangat mendukung terbentuknya batalyon tersebut, terlebih lokasinya sangat strategis karena berbatasan langsung dengan tiga kabupaten, yakni Asahan, Toba dan Simalungun. Menurutnya, kehadiran batalyon ini diyakini akan membawa dampak besar terhadap peningkatan perekonomian masyarakat dan memotivasi generasi muda untuk bergabung menjadi anggota TNI.
“Dengan dibentuknya batalyon ini, kami berharap tidak ada lagi desa tertinggal di Asahan. Perekonomian akan meningkat dan menjadi semangat baru bagi masyarakat,” ungkapnya.
Bupati juga menyatakan dukungan terhadap pembangunan KDKMP dan Jembatan Garuda, dengan harapan lokasi KDKMP ditempatkan secara strategis agar manfaatnya optimal.
