“Saya berharap Bunda Literasi yang dilantik dapat menjalankan enam pilar utama, yakni menjadi role model, melakukan advokasi kebijakan, mobilisasi masyarakat, inovasi program, promosi pendayagunaan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat, serta menciptakan masyarakat inklusif dan berdaya melalui kemampuan literasi,” ujarnya.
Adapun rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Camat Meranti oleh protokol, dilanjutkan dengan pelantikan Bunda Literasi Kecamatan Meranti oleh Camat Meranti, serta pidato Bunda Literasi Kabupaten Asahan.
Kegiatan pelantikan berlangsung lancar dan diharapkan mampu mendorong peningkatan budaya literasi masyarakat hingga ke tingkat desa di Kecamatan Meranti. (Red/ktn)
