Menteri PKP Maruarar Sirait Tinjau Samosir, 556 Rumah Dibedah dan 41,80 Hektare Kawasan Kumuh Ditata

Bagikan :

Mengurus rakyat harus sepenuh hati, tidak hanya membangun fisik, tetapi juga memperhatikan aspek ekonomi,” ujarnya.

Program penataan kawasan kumuh meliputi pembangunan jalan lingkungan, drainase, septic tank, tembok penahan tanah, paving block, penyediaan tempat sampah, hingga pemasangan lampu jalan. Pekerjaan fisik direncanakan dimulai pada Mei 2026.

Ia menegaskan seluruh program harus tepat sasaran dan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan lingkungan.

Maruarar juga menyebut program perumahan ini berpotensi menggerakkan ekonomi lokal dengan menyerap sekitar 200 tenaga kerja, mulai dari tukang hingga buruh bangunan.

Dalam kunjungan tersebut, ia turut mengapresiasi kinerja Pemkab Samosir yang dinilai responsif dalam mendukung program pemerintah pusat.

Selain meninjau program perumahan, Menteri PKP juga melihat kegiatan pembersihan eceng gondok di Danau Toba yang dilakukan komunitas Sabam Sirait Peduli.

Kegiatan ini telah berjalan selama satu tahun lima bulan dengan dukungan pembiayaan dari keluarga Maruarar.
Sementara itu, Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap daerahnya.

“Kehadiran Bapak Menteri PKP membawa dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pemenuhan rumah layak huni dan penataan kawasan permukiman,” ujarnya.

Ia menegaskan Pemkab Samosir siap mendukung penuh pelaksanaan program agar berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan berkelanjutan, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata daerah.

Bagikan :