“Kami DPRD dan Pemkab Samosir siap bekerja bersama, kami siap menjalin kerjasama menganggarkan pengadaan bibit, melalui gereja-gereja, kita gotong royong dalam penanaman pohon”, kata Nasip
Alusdin Sihotang dari HKBP Sihotang mewakili para korban bencana Alam (Banjir Bandang tahun 2023) di Kenegerian Sihotang mengatakan, banjir yang mereka alami bersumber dari perbukitan, membawa material batu, kayu, lumpur dan pasir mengakibatkan 8 rumah rusak parah dan 1 korban jiwa.
Berdasarkan hasil penelusuran, Banjir tersebut kata Alusdin merupakan dampak ulah manusia yang melakukan penebangan pohon. “Kami melihat titik awal penyebab banjir bandang dengan menggunakan drone, penjajakan selama 3 hari 3 malam ditemukan banyak ulah manusia dan ada juga bencana alam murni”, ungkap Alusdin
Dengan penanganan yang dilakukan Pemkab Samosir saat banjir, Alusdin memberi apresiasi dan berharap Pemkab dan Ephorus HKBP dapat menyuarakan perusakan hutan ke pemerintah pusat untuk mengambil langkah-langkah penanganan.
“Sampai saat ini kami tetap cemas apabila hujan deras, kami takut akan kembali terjadi banjir bandang yang membawa material dari atas perbukitan. Kami sangat mendukung langkah dan doa bersama merawat alam ini dan kami sangat berterima kasih”, kata Alusdin
Turut hadir pimpinan OPD Kabupaten Samosir, Praeses HKBP se-Kawasan Danau Toba, Pendeta dan Pengurus Gereja se-Kabupaten Samosir, Pegiat Lingkungan Wilmar Simanjorang, Aktifis lingkungan dari KSPPM, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat.