Tim Pelaksana dalam kegiatan bimbingan belajar bagi siswa-siswi adalah Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar,” jelasnya.
Ia juga mengatakan, kehadiran layanan pendidikan luar sekolah berupa bimbel menjadi solusi yang relevan dan dibutuhkan. Bimbel berfungsi untuk memberikan pendampingan intensif, metode belajar yang lebih personal, serta strategi pemahaman materi yang efektif dan menyenangkan.
Tujuan dari kegiatan tersebut yakni, untuk jenjang SD: Memperkuat fondasi dasar literasi (membaca/bahasa) dan numerasi (berhitung/matematika); Membantu transisi dari metode belajar bermain (kelas rendah) ke metode berpikir logis (kelas tinggi); Membantu penyelesaian pekerjaan rumah (PR) dengan pemahaman, bukan sekadar memberikan jawaban.
Untuk jenjang SMP: Mengembangkan kemampuan berpikir kritis (Critical Thinking) dan penyelesaian masalah tingkat tinggi (HOTS – Higher Order Thinking Skills); Pendalaman materi sains (Fisika, Biologi) dan Matematika lanjut (Aljabar/Geometri); serta Konsultasi penjurusan minat dan bakat untuk persiapan pemilihan sekolah lanjutan (SMA/SMK).
Metode spesifik untuk SD yakni; Gamifikasi, Visualisasi, Story Telling, Drilling Ringan & Bertahap. Sedangkan untuk SMP digunakan Metode Active Learning, Mind Mapping (Peta Konsep), Mind Mnemonik, dan Contextual Teaching and Learning (CTL).
“Untuk mencapai maksud dan tujuan kegiatan bimbingan belajar bagi siswa-siswi SDN dan SMPN secara maksimal, maka pengajar dalam kegiatan ini adalah pengajar profesional yang berasal dari Lembaga Bimbingan Belajar Ganesha Operation (GO) Cabang Kota Pematangsiantar,” kata Junaedi.
