Capaian tersebut diminta untuk dipertahankan hingga seluruh rangkaian arus balik selesai.
Listyo Sigit juga menekankan pentingnya penerapan rekayasa lalu lintas yang fleksibel dan adaptif sesuai dinamika di lapangan. Skema seperti one way, contraflow, dan buka-tutup jalur harus berbasis data real-time serta pemantauan langsung petugas.
Selain itu, kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang berlaku 25–27 Maret 2026 diharapkan mampu mengurai kepadatan pada puncak arus balik, dengan memberi keleluasaan bagi masyarakat dalam mengatur waktu perjalanan.
Di sisi lain, Listyo Sigit mengingatkan pentingnya peningkatan pengamanan di objek wisata yang masih menjadi tujuan masyarakat pasca Lebaran. Edukasi keselamatan, khususnya di kawasan wisata air dan lokasi berisiko, diminta terus dioptimalkan.
Terpisah, pada kesempatan sama Wali Kota Wesly Silalahi mengimbau masyarakat agar tetap berkendara dengan aman dan tertib serta memantau arus lalu lintas melalui CCTV yang terintegrasi dengan pihak kepolisian.
“Pemko Pematangsiantar sudah memiliki 50 titik CCTV dan itu sangat membantu para pengendara yang melakukan perjalanan liburan ataupun arus mudik Idul Fitri 1447 H. Dapat diakses melalui cctv.pematangsiantar.go.id, serta nomor-nomor penting dalam pelayanan masyarakat,” katanya.
Ia juga menekankan pengawasan yang dilakukan secara intensif ini diharapkan mampu menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama libur Idul Fitri 1447 H, sehingga masyarakat dapat menikmati waktu bersama keluarga dengan nyaman.
“Saya juga mengapresiasi Polres Pematangsiantar dan TNI serta seluruh stakeholder lainnya, bahwa dengan langkah preventif dan humanis tersebut, menargetkan terciptanya perayaan Lebaran yang aman dan minim risiko,” tuturnya.
