Peningkatan mobilitas ini berpotensi menimbulkan sejumlah kerawanan, seperti antrean kendaraan, kemacetan, hingga kecelakaan lalu lintas. Tidak hanya itu, potensi gangguan kamtibmas lainnya juga meningkat, termasuk tindak kriminalitas yang memanfaatkan kelengahan masyarakat di tengah keramaian.
Melalui kegiatan anev ini, diharapkan seluruh pihak terkait dapat lebih memperkuat koordinasi, sehingga perayaan Idul Fitri 1447 H di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di Kota Pematangsiantar dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Dalam arahannya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya sinergitas antara TNI, Polri, serta instansi terkait dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Hal ini menjadi bagian penting dalam rangka optimalisasi pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang bertujuan mengamankan arus mudik serta seluruh rangkaian perayaan Idul Fitri.
Selain itu, Listyo Sigit menyoroti pentingnya kewaspadaan seluruh personel di lapangan, terutama pada titik-titik keramaian, objek wisata, serta lokasi rawan gangguan kamtibmas.
Berdasarkan laporan dari berbagai wilayah di Indonesia, situasi kamtibmas hingga saat ini terpantau dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif, dengan kesiapsiagaan personel gabungan yang terus disiagakan di Pos Pengamanan (Pos Pam).
Listyo Sigit mengapresiasi kinerja jajaran kepolisian yang berhasil menurunkan angka kecelakaan lalu lintas beserta fatalitas korban selama arus mudik Idul Fitri 2026. Meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan dibandingkan tahun sebelumnya, angka kecelakaan dan korban jiwa justru mengalami penurunan signifikan.
