Wali Kota Wesly Bersama Kepala BI dan TPID Bahas FGD Tracking Inflasi Jelang Ramadhan dan Idulfitri

Bagikan :

“Pasar GPM sebaiknya dilakukan di pasar tradisional, Toko Pantau Inflasi (Topis), Koperasi Desa/Koperasi Merah Putih, dan sebaiknya dilaksanakan serentak,” ungkapnya.

Ahmadi dalam paparannya juga menyampaikan strategi, bahwa upaya pengendalian inflasi melalui cold storage dan kolaborasi mendorong Program MBG dengan peningkatan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan dukungan TPID.

“Cold storage merupakan infrastruktur kunci dalam rantai pasok pangan untuk menjaga kualitas, mengurangi kehilangan pangan, dan memastikan stabilitas pasokan serta harga pangan nasional. Peningkatan jumlah SPPG yang signifikan memerlukan dukungan TPID untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga. Oleh karena itu, diperlukan sinergi TPID dan SPPG Kota Pematangsiantar untuk melakukan diversifikasi dan clustering menu MBG, sehingga kebutuhan pangan tidak tertumpu pada satu bahan makanan,” tukasnya.

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi diwakili Sekda Junaedi Sitanggang mengatakan, Kota Pematangsiantar mengalami deflasi month to month (mtm), sedangkan year over year (yoy) mengalami penurunan dengan tahun lalu.

“Namun hal ini tidak menjadi kabar yang menggembirakan karena kita masih di atas target nasional, 2,5±1%, yang menjadi syarat untuk semua daerah menekan laju inflasi,” ucapnya.

Junaedi juga menekankan rencana cold storage sudah dicanangkan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

“Nanti teknis peletakan dan penempatannya kita akan tindak lanjuti bersama PD PHJ dan TPID Kota Pematangsiantar. Kita juga butuh referensi komoditas apa saja, serta jadwal untuk kita akan lakukan intervensi harga untuk pasar murah maupun operasi pasar, yang sumbernya dari data-data BPS.

Bagikan :