Menurut Wesly, seminar seperti ini sangat penting sebagai wadah untuk memperkuat pemahaman, mempererat kebersamaan, serta mendorong peningkatan kesejahteraan para pekerja, khususnya di momentum bulan suci Ramadhan.
“Bulan ramadhan bukan hanya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga menjadi momen refleksi bagi kita semua, termasuk dalam dunia kerja. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian sosial sangat relevan untuk diterapkan dalam hubungan industrial antara pekerja dan pemberi kerja,” tuturnya.
Ia juga mengungkapkan, Pemko Pematangsiantar terus berkomitmen untuk mendorong terciptanya hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan.
“Kita ingin memastikan para pekerja mendapatkan perlindungan yang layak, sekaligus mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah,” sebutnya.
Wesly berharap, melalui seminar tersebut, akan lahir pemikiran-pemikiran konstruktif serta solusi nyata dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi para buruh saat ini. Kolaborasi antara serikat pekerja, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. Karena dengan itu semua akan turut mempercepat terwujudnya Kota Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras.
Ketua PC FSP KEP SPSI Pematangsiantar-Simalungun Abdul Arif Namora Sitanggang mengucapkan terima kasih kepada para pengurus yang dengan setulus hati dan jiwa sosial yang tinggi menggelar kegiatan tersebut, berkolaborasi dengan Pemko Pematangsiantar dan Pemkab Simalungun.
“Bagaimana kegiatan Sisi Buruh Sejahtera, terlebih di bulan Ramadhan.
